Peningkatan Signifikan di Mimika

SERAHKAN BANTUAN: Wagub Papua, Klemen Tinal, SE., MM., secara simbolis menyerahkan Bantuan Dampak Covid 19 di Main Hall Kantor Gubernur Papua, Kamis (30/4) lalu. Bantuan Dampak Covid 19 yang diserahkan mencapai Rp 77 miliar. (Gratianus Silas/Cepos)

Rp 77 M Bantuan Dampak Covid-19 Diserahkan

JAYAPURA-Juru Bicara Satgas Covid-19 Provinsi Papua, dr. Silwanus Sumule, mengonfirmasi data terkini Satgas Covid-19 Provinsi Papua, Jumat (1/5) bahwa bertambah lagi lima kasus positif baru di Provinsi Papua. Dengan penambahan tersebut, hingga kini total kasus positif kumulatif telah mencapai 210 kasus.

“Tambahan lima kasus positif baru ini berasal dari Kabupaten Mimika sebanyak tiga kasus, dan Kabupaten Biak Numfor sebanyak dua kasus,” ungkap Juru Bicara Satgas Covid 19 Provinsi Papua, dr. Silwanus Sumule, Sp.OG (K), Jumat (1/5).

“Walaupun kita tahu bahwa terjadi penambahan kasus positif di Mimika, namun perlu kita berikan juga apresiasi bagi kerja tim medis RSUD Mimika, dimana hari ini bisa bertambah lagi dua pasien yang telah dinyatakan sembuh dari Covid-19,” sambungnya.

Mengenai Kabupaten Mimika dengan peningkatan kasus positifnya sangat cepat dibandingkan kabupaten lainnya, dr. Sumule menjelaskan bahwa hal tersebut haruslah dilihat dari dua sudut pandang. Pasalnya, di hari sebelumnya, peningkatan kasus positif di Mimika sangat signifikan, dimana dalam sehari bisa bertambah 10 kasus positif baru.

(data lengkap lihat grafis).

“Pertama, ketika kasus meningkat, kita tahu bahwa petugas kesehatan kita, dalam hal ini tenaga surveilans bekerja secara masif sampai menemukan kasus untuk kemudian ditangani di rumah sakit. Namun, di sisi lain, peningkatan kasus dikarenakan social distancing dan physical distancing belum diterapkan secara optimal,” tambahnya.

Dikatakan, apabila pembatasan sosial ini tidak dilakukan dengan ketat, maka penyebaran virus ini akan menjalar terus menerus. “Oleh sebab itu, harus kita lihat situasi di Mimika itu seperti apa. Dalam hal ini pembatasan sosial yang mereka lakukan di sana itu seperti apa,” jelasnya.

Seperti diketahui, Mimika kini berada di urutan teratas kasus positif Covid-19 di Papua dengan 67 kasus, 51 pasien dirawat, 13 pasien sembuh, dan 3 pasien meninggal dunia.

Setelah Mimika, di urutan kedua Kota Jayapura dengan 44 kasus, di mana 21 pasien dirawat, 20 pasien sembuh, dan 3 pasien meninggal dunia.

Di urutan ketiga ada Kabupaten Jayapura dengan 36 kasus. Dimana 25 pasien di antaranya tengah dirawat, 10 pasien telah dinyatakan sembuh, dan satu pasien meninggal dunia. Sementara itu, kabupaten dengan jumlah kasus paling sedikit adalah Jayawijaya dengan tiga kasus. Dimana dua  pasien telah dinyatakan sembuh sehingga kini tinggal satu pasien yang tengah dirawat. Kabupaten Mamberamo Tengah juga demikian. Dari total dua kasus positif, satu pasien telah dinyatakan sembuh, sehingga kini tinggal menyisakan satu pasien dalam perawatan.

Sementara itu, Pemerintah Provinsi Papua menyerahkan bantuan Dampak Covid-19 di Main Hall Kantor Gubernur Papua, Kamis (30/4) lalu.

Dalam kesempatan tersebut, Wakil Gubernur Papua, Klemen Tinal, SE., MM., yang memimpin jajaran Pemprov Papua menyerahkan bantuan tersebut terhadap sejumlah pihak dan kelompok masyarakat.

Seperti diketahui, bantuan dampak Covid-19 dari Pemerintah Provinsi Papua ini berupa cash money (uang kas) sebesar Rp 77 miliar. Dengan rincian di antaranya sebesar Rp 2 miliar diserahkan kepada 24 kabupaten/kota di Papua. Kemudian, Rp 5 miliar diserahkan untuk masing-masing lima rumah sakit rujukan Covid-19, dalam hal ini, RSUD Timika, RSUD Wamena, RSUD Merauke, RSUD Nabire, dan RSUD Biak. Adapun, Rp 500 juta diberikan bagi masing-masing lima rumah sakit mitra di Provinsi Papua, dan Rp 50 juta diserahkan kepada masing-masing 17 asrama mahasiswa di luar Papua.

Sisanya, diberikan berupa 9.300 paket bahan pokok tahap I kepada kelompok keagamaan, paguyuban, panti jompo, panti asuhan, dan pesantren, asrama/pondokan mahasiswa, dan sektor formal – informal.

Menurut Wakil Gubernur Papua, Klemen Tinal, pemerintah akan secara terus menerus membantu, baik secara administrasi, bansos, finansial, maupun hal lain yang sesuai dengann kapasistas Pemprov Papua.

“Untuk sementara, kita bantu bupati/wali kota sebesar Rp 2 miliar. Ditambah untuk Kabupaten  Jayapura dan Kota Jayapura, karena berada di tingkat provinsi dan situasi yang dihadapi juga sangat signifikan, maka diberikan Rp 4 miliar,” ungkap Wagub Klemen Tinaldalam sambutannya.

Tidak sampai di situ, rumah sakit rujukan, rumah sakit mitra, dan kelompok masyarakat di lima wilayah adat juga dibantu. Khusus bagi rumah sakit rujukan yang mendapat bantuan, diharapkan dananya dapat 100 persen digunakan untuk penanganan Covid-19. Baik dalam pencegahan maupun penanggulangan.

“Adapun, kami sedang berupaya bagi para bupati/wali kota sehingga dalam minggu ini, dana Otsus juga bisa diberikan. Kita masih berusaha dengan terus menyurat dengan pemerintah pusat, supaya bersama bupati/wali kota kita bisa selesaikan pandemi ini di Papua,” tambahnya.

Perihal bantuan sosial,   Wagub Tinal menjelaskan bahwa diberikan secara bergilir dengan berbasis data by name by address.

“Yang sudah terkumpul sekitar 17.000 yang punya nama dan alamat. Tapi di luar itu, bagi masyarakat asli Papua yang belum punya KTP dan informasi diri yang lengkap, kita kerahkan Dinas Orang Asli Papua bersama Gereja dan Masjid untuk kita datangi dan serahkan bantuan sembako,” terangnya.

Wagub Tinal menyebutkan bahwa Pemerintah Provinsi Papua terus bergandengan tangan dengan pemkab/kota dan Forkopimda Papua untuk memastikan situasi yang dihadapi bersama ini dapat diselesaikan dengan baik, dengan tentunya dibantu pula oleh masyarakat.

“Apresiasi bagi bupati/wali kota yang sepenuh hati terus bekerja sejak awal Covid ini masuk di Papua. Dengan keseriusan usaha kita bersama bupati/wali kota dan masyarakat. Kita bekerja sungguh-sungguh sehingga pandemi ini dapat berakhir di awal Juni sebagaimana prediksi secara nasional, walaupun memang diprediksikan bahwa Papua akan menemui puncaknya pada Juni mendatang, sebelum akhirnya kasus Covid-19 ini mulai reda pada Juli dan Agustus nanti,” pungkasnya.  (gr/oel/nat)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *