Dari 287.000 Wajib Pajak, Baru 175.800 yang Lapor SPT

Suasana pelaporan pajak di KPP Pratama belum lama ini. (Yohana/Cepos)

JAYAPURA – Terkait dengan batas waktu pelaporan Wajib Pajak yang diperpanjang sampai 30 April 2020 sebagai dampak dari Covid-19, Kanwil DJP Papua mencatat Wajib Pajak yang melapor SPT sampai Kamis sore (30/4) sebanyak 175.800 Wajib Pajak dari 287.000 yang wajib Lapor SPT.

Kepala Bidang P2 Humas Kanwil DJP Papua dan Maluku, Normadin Budiman Salim mengatakan, berdasarkan data pelaporan SPT Tahunan tersebut tidak sampai 100 persen karena efek dari Covid-19. Yang saat ini sangat mempengaruhi aktivitas masyarakat dalam hal kegiatan ekonomi sampai dengan pelaporan SPT.

Dampak wabah Covid-19 terjadi penurunan pelaporan SPT sekitar 15% dibanding tahun lalu. ‘’Untuk mendongkrak pelaporan SPT Tahunan kami melakukan beberapa kegiatan meningkatkan intensitas kelas pajak secara online kepada para Wajib Pajak untuk menyampaikan informasi tentang Pelaporan SPT Tahunan, keep contact dengan para Pemimpin/Pejabat/PIC dari ILAP termasuk para Bendahara/SKPD dan mengimbau agar segera melaporkan SPT Tahunan bagi para pegawai/karyawannya yang belum lapor,”kata Normadin kepada Cenderawasih Pos, Kamis (30/4) lalu.

Diakuinya, inventarisir para wajib pajak yang tahun lalu lapor SPT dan tahun ini belum lapor, pihaknya segera hubungi dan imbau untuk lapor SPT Tahunan dengan memaksimalkan peran media sosial, diantarannya mempublikasikan nomor saluran yg bisa dihubungi untuk konsultasi dan bimbingan pelayanan pajak, mengirim email blast dan SMS blast, publikasi via radio dan memasang iklan di media massa, menambah saluran komunikasi / call center di setiap KPP minimal sebanyak 10 nomor telepon yang dapat dipakai untuk konsultasi Pajak.

“Dari hasil wajib pajak yang lapor SPT sebanyak 175.800, dibagi menjadi dua yakni lapor SPT secara online sekitar 97%, dan sisanya lapor SPT secara manual sebesar 3%. Kesadaran masyarakat untuk melapor SPT cukup baik hanya saja dengan dampak Covid-19 ini cukup mempengaruhi pada wajib pajak,” jelasnya.

Ditambahkan, bagi mereka yang tidak melaporkan SPT akan dikenakan sanksi yaitu  denda administrasi sebesar Rp.100 ribu utuk wajib pajak orang pribadi dan Rp 1 juta utuk wajib pajak badan. (ana/ary)

1 thought on “Dari 287.000 Wajib Pajak, Baru 175.800 yang Lapor SPT

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *