Tak Ada Bama, Puluhan Mahasiswa Asmat ingin Pulang 

Perwakilan  dari mahasiswa  asal Asmat  saat  balik dari kantor  Bupati Merauke,  Rabu (29/4) kemarin.   (Sulo/Cepos)

MERAUKE-Perwakilan  dari sekitar 30 mahasiswa  asal  Distrik Atji, Kabupaten  Asmat    mendatangi kantor bupati  Merauke,   Rabu (29/4). Kedatangan    mereka  ke kantor  bupati  Merauke  tersebut  untuk meminta surat  jalan  dari Bupati  Merauke untuk  bisa  kembali ke  Atji, Kabupaten  Asmat.     

   Dicegat  saat    dalam perjalanan pulang  di depan pintu  Kantor  Bupati,  Benediktus T.  dan Noeljitpits  mengaku  bahwa  pihaknya    datang ke kantor bupati untuk meminta  surat  perizinan jalan  kembali  ke   Asmat  khususnya ke Atsji  dengan  menggunakan  kapal Bambit.   Hanya saja,  kata Benediktus, pihaknya   disuruh pulang  untuk  melengkapi persyaratan  surat  sehat  dari   puskesmas  atau rumah  sakit.

  “Dari jajarannya sampaikan  bahwa   lengkapi dulu  surat  kesehatan, setelah  itu baru bisa   dibuatkan  surat rekomendasi  untuk berlayar,’’ katanya.

   Ditanya alasan    kembali  ke  kampung halaman sementara  diketahui  saat ini   kapal penumpang  masih lockdown,   Benediktus mengaku   jika  pihaknya  tidak  punya  bahan makanan  (Bama).  “Pembagian sembako dari   Merauke kami tidak  dapat. Sementara  persediaan makanan  sudah tidak  ada,’’ jelasnya.

   Sementara  bantuan  dari  pemerintah Kabupaten  Asmat, kata  Benediktus maupun Noeljitpits   sampai  sekarang ini   tidak ada. ‘’Dari kemarin  kami  lapar, sementara   persediaan makanan sudah habis,’’jelasnya.

   Benediktus mengaku  bahwa jumlah  mahasiswa Asmat  asal  Atsji yang tinggal   di Asrama   Pemkab  Asmat   sebanyak  30 orang.’’Mereka   kuliah  di berbagai  perguruan tinggi yang ada di Merauke. Ada  yang  di Musamus,    STIA KD, Yaleka  Maro, STK Santo  Yakobus dan  perguruan tinggi  lainnya,’’ jelasnya. (ulo/tri)    

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *