Hasil Swab Berubah-ubah, Konsultasi ke WHO

DENPASAR-Hasil swab Pasien Dalam Pengawasan (PDP) 03 yang kini dirawat di RS Pratama Giri Emas terus berubah-ubah. Kendati sudah di swab sebanyak 12 kali, pasien ini menunjukkan 3 kali negatif dan 9 kali positif. Karena membingungkan, Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Buleleng akan berkonsultasi ke Perwakilan World Health Organization (WHO) Indonesia.

Saat ini kondisi PDP 03 memang sudah stabil. Hanya saja pasien yang merupakan pekerja kapal pesiar yang berlayar di Italia ini tetap belum diperbolehkan pulang. Padahal, sudah menjalani isolasi di RS Pratama Giri Emas selama 33 hari, terhitung 16 Maret 2020 lalu.

Sekda Buleleng yang juga sebagai Sekretaris Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Buleleng, Gede Suyasa saat dikonfirmasi ada Minggu (19/4) menjelaskan swab dengan metode Polymerase Chain Reaction (PCR) yang telah dilakukan sebanyak 13 kali. Hasilnya, tiga kali dinyatakan negatif. Yakni pemeriksaan swab ke empat, ke Sembilan, dan pemeriksaan swab ke sebelas.

Karena hasil yang tidak konsiten tersebut, tim medis pun kembali melakukan tes swab ke 12 pada Jumat, (17/4). Rupanya, hasilnya kembali dinyatakan terkonfirmasi positif.”Kemarin hasilnya sempat negatif. Kemudian di swab lagi, ternyata positif lagi. Pasien bisa dinyatakan sembuh apabila hasil swab berturut-turut negatif. Jadi PDP 03 sampai saat ini masih tetap diisolasi di RS Pratama Giri Emas,” ujar Suyasa.

Hasil yang berubah-ubah membuat Gugus Tugas meminta Dinas Kesehatan Buleleng melakukan konsultasi ke perwakilan WHO Indonesia. “Ini cukup membingungkan, karena hasil swab berubah-ubah. Sedang dikaji dan sudab dilaporkan ke WHO. Mudah-mudahan ada penanganan khusus mengingat PDP 03 ini sudah 30 hari lebih dirawat dan hasil labnya berubah-ubah terus,” terangnya.

Menurut Suyasa, Tim Medis tidak bisa menentukan apa yang menjadi penyebab sehingga yang bersangkutan memiliki hasil swab yang berubah-ubah. karena yang selama ini dijadikan acuan adalah hasil pemeriksaan swab pasien tersebut. Terlebih lagi, kondisi fisik PDP 3 juga tidak menunjukkan gejala sakit dan dinyatakan stabil secara medis.

“Mudah-mudahan ada satu penganan khusus terkait pasien ini (PDP 3, red), mengingat sudah lebih dari 30 hari dan menunjukkan hasil lab yang berubah-ubah,” tegas Suyasa yang juga Sekda Buleleng ini.

Disisi lain, Suyasa juga sangat menyayangkan dengan kejadian salah satu PMI yang dikarantina di hotel kawasan Kecamatan Buleleng, yang menolak untuk dilakukan rapid test. Padahal, petugas kesehatan sudah datang ke hotel tersebut untuk melakukan pemeriksaan. Oleh karena itu, Suyasa mengimbau kepada seluruh PMI untuk mengikuti protokol yang telah dibuat, demi keselamatan seluruh masyarakat Buleleng.

“Tolong diikuti arahan yang sudah kami buat ketika berada di tempat karantina. Kami kan tidak bisa menangkap PMI yang tidak mau dirapid test itu. Tidak bisa bersentuh langsung kecuali pakai APD. Sudah ada petugas kesehatan yang datang lengkap dengan APD namun dia tidak bersedia dirapid. Padahal rapid test itu dilakukan untuk mengetahui dia terbebas dari covid atau tidak,” keluh Suyasa.

Apakah ada sanksi yang akan diberikan kepada PMI yang menolak untuk dirapid test itu? “Belum ada. Kami masih mencoba untuk melakukan pendekatan, agar para PMI ini punya pemahaman betapa pentingnya mengikuti arahan yang kami buat, demi keselamatan keluarganya, dan seluruh masyarakat Buleleng,” jawab Suyasa.

Hingga Minggu (19/4) jumlah PMI yang saat ini telah dikarantina di hotel maupun fasilitas umum lainnya sebanyak 313 orang. Rinciannya sebanyak 71 orang dikarantina di desa, penginapan, polindes, rumah kos dan hotel. Sedangkan sebanyak 242 PMI dikarantina di hotel yang berlokasi di seputaran Kota Singaraja.

Penambahan PMI terus terjadi. Bahkan sebanyak 59 orang yang akan dijemput oleh Dinas Perhubungan Buleleng di Denpasar. Sementara jumlah hotel yang telah disediakan sebagai tempat karantina sebanyak 44 hotel dengan jumlah kamar 589.

Sementara itu, jumlah Orang Tanpa Gejala (OTG) secara kumulatif berjumlah 218 orang. OTG antara lain selesai masa pantau 163 orang, OTG karantina mandiri 48 orang, OTG Karantina SPN empat orang serta OTG karantina RS Pratama Giri Emas tiga orang.

Pemantauan juga terus dilakukan terhadap pelaku perjalanan wilayah terjangkit dan wilayah transmisi lokal (Tanpa Gejala). Jumlahnya secara kumulatif saat ini adalah 2.246 orang dimana 1.257 orang telah selesai masa pantau 14 hari. Sisa yang masih dipantau oleh Puskesmas sampai saat ini berjumlah 989 orang dengan rincian pekerja kapal pesiar 514 orang, TKI lainnya 22 orang, WNA dua orang, pulang dari luar negeri dua orang, dan orang yang datang dari daerah transmisi lokal Indonesia 449 orang. (dik/art/JPG)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *