Sempat Diganggu KSB, TMMD di Kibay Tetap Sesuai Harapan

Salah satu  hasil pembangunan  fisik program TMMD ke-107 yang digelar Kodim 1701/Jayapura di  Kampung Kibay, Distrik Arso Timur, Kerom.

JAYAPURA-TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-107 reguler tahun 2020 Kodim 1701/Jayapura di Kampung Kibay, Distrik Arso Timur, Kabupaten Keerom resmi ditutup.

Penyerahan hasil pembangunan TMMD ke-107 oleh Dandim 1701/Jayapura Kolonel Inf. Jerry Simatupang selaku Dansatgas TMMD ke-107 kepada Bupati Keerom Muh. Markum dilaksanakan secara sederhana  di ruang rapat kantor Bupati Keerom, Distrik Arso, Kab. Keerom dan disaksikan langsung oleh Komandan Korem (Danrem) 172/PWY Kolonel Inf J. Binsar Parluhutan Sianipar.

   Danrem menyampaikan meski di awal pelaksanaan TMMD ini diwarnai dengan gangguan dari Kelompok Separatis Bersenjata (KSB), namun semuanya dapat tetap berjalan sesuai yang diharapkan. Berkat dukungan dari Pemerintah Daerah juga seluruh masyarakat di Kampung Kibay yang besar keinginannya untuk kampungnya berubah.

  “Infrastruktur yang telah dibangun sudah sesuai standar  yang dapat digunakan oleh masyarakat Kampung Kibay. Bangunan satu unit Gereja dan 4 unit rumah sangat memuaskan karena dibangun secara permanen. Untuk itu,  saya berharap dapat bermanfaat bagi masyarakat dan harus di jaga dan di rawat, sehingga dapat bertahan lama,” ucap Danrem, Kamis (16/4).

  Sementara itu, Bupati Keerom Muh. Markum menyampaikan terima kasih kepada TNI dan seluruh pihak yang telah membantu suksesnya program TMMD ke-107 sebagai salah satu program pembinaan dan merupakan salah satu tugas dari Pemda pada masyarakat, khususnya di wilayah Arso Timur yaitu wilayah perbatasan RI-PNG.

  Sementara itu, Dandim 1701/Jayapura Kolonel Inf. Jerry Simatupang mengungkapkan, TMMD merupakan wujud pengabdian TNI bersama Pemerintah Daerah untuk membantu mempercepat pembangunan baik secara fisik maupun non fisik, seperti penyuluhan wawasan kebangsaan, penyuluhan kesehatan, dan pengobatan massal yang sudah dilaksanakan, khususnya di wilayah perbatasan RI-PNG, demi tercapainya kesejahteraan bagi masyarakat perbatasan. (fia)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *