Kabuaten Yalimo Kekurangan Logistik Bama dan BBM Akibat Pemalangan

Sekda Yalimo Isak Yando (Denny/ceposonline ) 

Listrik dan Telekomunikasi tak menyala Selama 3 Hari

WAMENA – Pemerintah Kabupaten Yalimo memastikan jika untuk beberapa hari dalam minggu ini di Distrik Elelim yang juga merupakan ibukota Kabupaten tersebut mengalami kekurangan logistik bahan makanan dan juga pasokan BBM lantaran dilakukan pemalangan di Pemalangan di Distrik Wadangku Kabupaten Jayawijaya.

Sekretaris Daerah Kabupaten Yalimo Isak Yando saat ditemui Gedung Wenehula Hubi Kantor Otonom Jayawijaya mengakui jika mungkin beberapa hari ini pasokan logistik bahan makanan dan BBMdari Jayawijaya tak biisa terdistribusi ke Yalimo sehingga memang sedikit mengalami kekurangan, hal itu sama juga dengan BBM sehingga sudah 3 hari listrik tak bisa dinyalakan.

“3 hari terakhir ini memang ada sedikit kekurangan logistik dan BBM di Yalimo, sehingga saya saat ini melakukan pertemuan dengan sekda Jayawijaya agar palang itu dibuka untuk pendistribusian logistik dan BBM ke Yalimo,”ungkapnya Kamis (16/4) kemarin.

Dalam pertemuan yang dilakukan itu Kata Isak Yando, melahirkan kesepakatan dengan pemda Jayawijaya untuk logistik dan BBM yang masuk ke Kabupaten Yalimo diperbolehkan untuk lewat tetapi untuk memobilisasi masyarakat tidak boleh, karena hingga saat ini listrik di Kabupaten Yalimo tidak beroperasi 3 hari.

“ kalau sampai hari ini sudah 3 hari listrik jaringan seluler di Yalimo tidak menyala, dan mungkin hari ini saya akan membawa BBM sesuai dengan yang dialokasikan untuk Kabupaten Yalimo sehingga listrik bisa kembali menyala,”katanya.

Ia juga menyatakan jika aturan dari pemerintah pusat dalam penanggulangan Covid -19 itu sedikit merepotkan pemerintah daerah karena banya regulasi sehingga harus dilakukan secara bertahap menyiapkan sehingga sedikit terlambat dalam pelaksanaannya.

“kami juga meminta maaf kepada pemda Jayawijaya karena beberapa waktu lalu arus transportasi darat dari Jayapura ke Yalimo dan Ke Wamena mungkin ada beberapa kendaraan yang masuk sampai ke Wamena karena saat itu kami belum mengambil keputusan,”tegasnya.(jo)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *