Di Arso I Tiga Unit Tempat Usaha Ludes Terbakar

Mobil Water Cannon milik Polres Jayapura, saat dikerahkan untuk memadamkan api di tiga tempat usaha milik warga masyarakat di Kampung Sanggaria Arso I Kabupaten Jayapura, Kamis (16/4).

KEEROM- Kebakaran tiga tempat usaha kembali terjadi di Jalan Wijayakusuma Kampung Sanggaria Arso I Kabupaten Jayapura, Kamis (16/4). Tidak ada korban jiwa dalam kebakaran ini, tetapi kerugian material akibat kebakaran tiga tempat usaha ini mencapai   puluhan juta rupiah.

    Kepala Kampung Sanggaria Arso I, Sukirman, saat dikonfirmasi membenarkan bahwa telah terjadi kebakaran terhadap tiga tempat usaha di Kampung Sanggaria. Tidak ada korban jiwa, tetapi akibat kebakaran ini kerugian yang dialami diperkirakan mencapai puluhan juta rupiah.

  “Iya benar ada kebakaran tiga unit tempat usaha. Saya bersama masyarakat kemudian bahu membahu untuk memadamkan api tersebut,” katanya saat dikonfirmasi melalui telepon selulernya, Kamis (16/4).

  Sementara itu, secara terpisah Kapolres Keerom, AKBP Baktiar Joko Mujiono saat dikonfirmasi mengatakan, ada laporan dari masyarakat ada tiga unit tempat usaha milik masyarakat yang terbakar. Pihaknya sendiri sudah berusaha mengirimkan mobil Water Cannon untuk memadamkan kebakaran tersebut.

  “Kami terus melakukan penyelidikan mengenai kebakaran tersebut. Dugaan sementara kebakaran ini akibat kelalaian,” ujarnya.

  Secara terpisah, Bupati Keerom  Muh Markum, SH,MH,MM, mengaku sejatinya pada tahun 2018 Pemkab Keerom telah menganggarkan untuk pengadaan 1  Mobil Pemdam Kebakaran (Damkar) , termasuk pengadaan alat berat untuk mengantisipasi hal-hal yang terjadi di Kabupaten Keerom. “Namun belum disetujui Legislatif. Saya berharap untuk tahun ini  usulan pengadaan kembali Damkar bisa dilakukan dan nanti bisa dikelola langsung oleh BPBD Kabupaten Keerom,’’ungkap Bupati Keerom Muh Markum didampingi Ketua DPRD Kabupaten Keerom Bambang Mujiono, Kamis (16/4)kemarin.

  Ketua DPRD Kabupaten Keerom Bambang Mujiono mengaku tahun 2020 telah diusulkan pengadaan pembelian 1 unit mobil Damkar, yang diambilkan dari sumber dana Dana Bagi Hasil.     

  Namun dengan kondisi saat ini, adanya wabah Corona tentu dilakukan rekonsiliasi atau realokasi dana, dari dana fisik menjadi dana non fisik untuk penanganan konflik wabah Covid yang terjadi entah seberapa persen nantinya yang bisa diambilkan dari dana itu. (bet/dil/tri)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *