Pemkab Jayawijaya Perpanjang Penutupan Sementara Bandara Wamena

Rapat forkopimda Jayawijaya dihalaman gedung Otonom Wenehule Hubi Wamena sambil jemur panas untuk menambah waktu penutupan bandara wamena 14 hari setelah 9 april.Denny/ceposonline

WAMENA-Rapat forkopimda Jayawijaya yang dipimpin Bupati Jayawijaya senin (6/4) kembali menyetujui untuk memperpanjang penutupan bandara 14 hari kedepan setelah masa penutupan pertama 9 april mendatang, khusus Penarbangan untuk penumpang sebab situasi saat ini di Jayapura mulai banyak yang Positif Covid -19.

Dalam rapat yang terbatas yang dilakukan dihalaman gedung Otonom sambil menjemur panas matahari , Bupati Jayawijaya Jhon Richard Banua menyampaikan kepada forkopimda dan OPDnya bupati. Berkaca pada keadaan saat ini di Jayapura yang mulai banyak korban Covid -19 , dan sementara di Jayawijaya belum ada sehingga pemerintah berpikir untuk menambah 14 hari kedepan untuk menutup akses bandara untuk penumpang.

” Kami sepakat menutup bandara Wamena 14 hari kedepan , hal ini dilakukan karena karakter masyarakat kita rentan sekali menyebarkan virus ini apabila sampai masuk ke Jayawijaya,”ungkapnya dilapangan kantor Otonom.

Ia juga mencontohkan mama -mama pedagang dipasar ini sulit untuk diberikan pemahaman dan tak ingin dibatasi dalam melakukan perdagangan dan mereka ingin berjualan hingga malam bahkan saat ditertibkan, ada yang mengatakan tak tahu dengan virus Covid -19 dan juga mereka tak takut sehingga mereka ingin berjualan hingga malam.

” kebiasaan kumpul-kumpul, bersalaman , berpelukan saling sapa ini juga menjadi ancaman tersendiri jika sampai virus ini masuk, tapi disisi lain ini budaya yang sulit untuk ditinggalkan masyarakat,”jelasnya

Ditempat yang sama Kapolres Jayawijaya AKBP. Dominggus Rumaropen Dukung rencana pemda untuk menambah penutupan bandara 14 hari didukung sepenuhnya dari Kepolisian Resort Jayawijaya, namun pemerintah juga harus memikirkan pintu masuk lain yang seperti jalan darat dari Yalimo juga harus diperhitungkan,

“harus dilakukan pengamanan dengan dibangun pos pengamanan membatasi orang, kalau untuk arus barang silahkan, kalau masyarakat kita larang, saya juga ingin agar rumah ibadah juga harus patuh dengan peraturan pemerintah karena banyak pendeta atau tokoh agama yang juga terinveksi juga diluar sana,”bebernya

Sementara itu Dandim 1702/Jayawijaya Letkol Candra Dianto. Mengakatan Sampai hari 12 bisa pemerintah bisa mengelola dengan baik wilayah ini hingga jayawijaya 0 dari Covid-19, sehingga kalau tak dilanjutkan untuk menutup bandara sementara waktu maka manusia akan masuk dan bisa membawa virus ke Wamena.

” kita tahu diketahui masyarakat disini mengaku tak takut dengan virus ini, sehingga kami sangat mendukung bupati untuk menutup bandara 14 hari lagi kami juga akan Pasang pos TNI/polri akan di perbatasan tiap kabupaten.”bebernya.

Kepala UPBU Kelas 1 Wamena Faisal Marahabessy mengakui selama 15 hari penutupan bandara dari penerbangan sipil masih terus dilakukan , namun untuk cargo masih terus dibuka hingga kini, sehingga jika memang ini untuk kepentingan masyarakat maka, pihaknya mendukung pemerintah mennambah waktu pembatasan penerbangan sipil 14 hari kedepan.

” selama ini sudah berjalan kami tak buka penerbangan sipil , kalau pemerintah ingin menambah 14 hari lagi maka kami dukung mengingat kondisi saat ini yang kian bertambah pasien Positif di Jayapura,”tutupnya.(jo)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *