110 Penumpang Lion Air Diminta Segera Lakukan Pemeriksaan

Plt Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten  Merauke,  dr. Nevile R. Muskita

Pemkab Merauke melalui   RSUD  Merauke melakukan screening   dengan cara   pemeriksaan rapid  test  terhadap penumpang Lion Air  pada tanggal 23 Maret  2020  lalu. Screening   ini  sehubungan dengan ditemukannya dua penumpang Lion Air  Jayapura-Merauke    pada tanggal  23 Maret  2020  yang merupakan pasangan suami istri   positif  Corona.

Juru bicara  Posko Covid-19  yang juga Plt Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten  Merauke,  dr. Nevile R. Muskita mengungkapkan bahwa  sehubungan  dengan   hasil  pemeriksaan klinis  terhadap   pasien 13 dan  pasien  14  yang merupakan  suami  istri yang  melakukan perjalanan   dari Jayapura-Merauke   dengan menggunakan  pesawat Lion, maka   seluruh  penumpang    pesawat  Lion Air pada tanggal 23 Maret   2020 diminta untuk melakukan screening  di RSUD Merauke   lewat  rapid test.

“Ada 110 penumpang  yang  ada di manifest   penumpang Lion Air pada tanggal 23 Maret  2020. Diharapkan  seluruhnya segera melakukan  pemeriksaan   di RSUD Merauke,” pintanya.

Nevile Muskita menjelaskan  bahwa sejak Minggu  dan Senin  (6/4),  sudah  tercatat  54   penumpang  lion Air  pada tanggal 23 Maret  2020  telah dilakukan   pemeriksaan  rapid test. Dari   54  penumpang  yang sudah datang dan dilakukan  pemeriksaan  menggunakan rapid test tersebut, satu  diantaranya  dinyatakan  positif.

“Tapi  ini   baru  berdasarkan  hasil rapid test. Kita akan segera   mengambil   pesimen  terhadap yang bersangkutan  untuk  dilakukan pemeriksaan secara lengkap lewat laboratorium Litbangkes Jayapura,’’ tandasnya.

Namun begitu,  menurut  Nevile Muskita,   satu  penumpang  yang ditemukan positif  dari  hasil rapid test  tersebut   akan langsung dikarantina   di Hotel  Asmat  dengan  pengamanan  dari Posko Covid-19  agar  yang bersangkutan  tidak keluar masuk. “Meski    baru  bersifat hasil rapid test,  tapi   dikhawatirkan kalau   bebas  berkeliaran di luar  bisa menularkan kepada orang lain. Untuk itu harus dikarantina dengan  pengawalan  dan pengamanan dari Posko Covid,’’ jelasnya.

Tenaga medis yang    menangani   selama   di Hotel  Asmat menurut   Nevile Muskita juga  sudah  harus menggunakan APD. “Jadi perlakuan penanganan   sama dengan  yang  PDP yang dirawat di rumah sakit,” ucapnya.    

Sementara  53  orang  yang hasil rapid  test negatif, lanjut  Nevile   Muskita,   harus melakukan karantina mandiri di  rumahnya masing-masing selama 10 hari. Setelah  itu akan dilakukan  rapid  test lagi.   

Nevile Mustika juga mengimbau   penumpang Lion  Air  pada tanggal 23 Maret  yang belum melakukan  pemeriksaan untuk segera  ke  RSUD Merauke untuk dilakukan  screening.    

Nevile Muskita juga menjelaskan bahwa  sampai   Senin  (6/4) jumlah  pasien  yang  dirawat  di RSUD Merauke  sebanyak  6 orang. Dua pasien   positif  Covid-19 yakni pasien 13 dan 14 yang merupakan  pasangan suami istri.   Kemudian 4 orang PDP yang  memiliki  kontak langsung dengan   pasien  13 dan 14.    Keempat PDP tersebut adalah pasien  16, pasien 17,  pasien 18 dan pasien 19.   “Kondisi pasien, semuanya  stabil antara sakit  ringan sampai sedang,’’ jelasnya.

Sementara  ODP menurutnya sebanyak 117 orang  dan OTG sebanyak 388 orang.   ‘’Seperti yang diketahui  sembuh dua  dan sehat. Yang telah dipulangkan ada 12 orang,” tambahnya.

Selain  rapid test  dilakukan untuk  penumpang Lion Air pada  tanggal 23 Maret  2020,  menurut  Nevile Muskita,   rapid test juga dilakukan bagi  seluruh   tenaga medis dna perawat  yang berada  di  bagian terdepan  penanganan   pasien   Covid-19 maupun   PDP  di RSUD Merauke. ‘’Hasilnya    seperti apa  nanti kita  sampaikan secara terbuka,’’   tandasnya.

Sekadar diketahui, pasien  13 dan 14  melakukan  perjalanan ke Timika  untuk menghadiri  penguburan salah satu anggota  keluarganya  yang  diduga meninggal  karena Covid-19. Setelah  balik ke Merauke,  keduanya menggunakan pesawat dari Timika-Jayapura. Namun sebelum lanjut ke Merauke,  pasangan suami istri  tersebut  bermalam di salah satu  keluarganya di Waena  Jayapura.  Selanjutnya pada tanggal 23 Maret 2020,    keduanya  meneruskan perjalanan pulang ke Merauke menggunakan pesawat Lion Air.(ulo/nat)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *