Kasus Pengeroyokan Anak, Kesalahan Orang Tua

Pelaku pengeroyokan saat berada di Polda Papua

Usai menjenguk korban, Cristian juga meluangkan waktu untuk melihat 10 terduga pelaku yang saat ini masih diamankan di Mapolda Papua guna kepentingan pemeriksaan. Saat menemui kesepuluh terduga pelaku, Christian Sohilait menyayangkan aksi penganiayaan yang dilakukan terhadap korban.

“Aksi kalian sangat merugikan keluarga, lingkungan dan diri sendiri. Saya harap ini kesempatan untuk merenungi kesalahan dan berjanji untuk tidak mengulanginya dikemudian hari,” pinta Christian Sohilait di hadapan 10 terduga pelaku yang hanya bisa menundukkan kepala.

Dalam video penganiayaan yang sudah beredar, Cristian menyayangkan kegiatan tengah malam yang dilakukan tanpa ada pengawasan orang tua hingga menimbulkan aksi penganiayaan.

Menurutnya, yang paling disalahkan dalam kejadian ini adalah orang tua daripada sang anak. Sebab ke mana para orang tua hingga sang anak masih berkeliaran pada jam-jam yang larut. Tidak hanya itu, Pendidikan sang anak juga tidak diperhatian sampai putus sekolah.

“Ini salah orang tua, mereka tidak dapat mendidik anak mereka dengan baik. Karena anak-anak ini kita yang melahirkan, maka orang tua jualah yang harus bertanggung jawab atas kehidupan mereka,” tegasnya.

Menurutnya, kasus ini suatu pembelajaran bagi siapapun terutama para orang tua untuk lebih mengontrol anak mereka. Untungya juga, Dinas Pendidikan belum memiliki Perdasi Pendidikan. Jika Perdasi pendidikan sudah ada, maka Dinas Pendidikan punya kewenangan untuk memberikan hukuman kepada orang  tua yang tidak bertanggung jawab kepada anak mereka.

“Karena Perdasi itu belum ada, maka kita menunggu pihak Polda Papua melakukan proses hukum secara baik. Kita harap segala hal dapat diselesaikan dengan baik,” ucapnya.

Dari pantauan Cenderawasih Pos, 10 terduga pelaku penganiayaan masing-masing berinisial JMR (17), LD (18), IM (20), SP (18), VD (19), SM (17), VM (21), IN (16), MIA (18) dan ME (17) masih diamankan di kantor Direktorat Kriminal Umum Polda Papua guna pemeriksaan lebih lanjut.

Beberapa orang tua dan keluarga pelaku terlihat datang mengunjungi anak mereka sembari memberikan nasihat. Terkait status mereka sebagai tersangka belum ada laporan resmi dari pihak kepolisian.(fia/nat)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *