Dua PDP di RSUD Yowari Postif Corona

Khairul Lie (Robert Mboik Cepos)

Khairul Lie (Robert Mboik Cepos) 

SENTANI- Dua dari lima pasien yang sebelumnya masuk dalam daftar Pasien Dalam Pengawasan (PDP) Covid-19 di RSUD Yowari akhirnya telah dinyatakan positif Corona setelah tim medis RSUD Yowari melakukan pemeriksaan sampel swab tenggorokan PDP tersebut di Balitbang Provinsi Papua.

Juru bicara gugus tugas percepatan penanganan Covid 19 Kabupaten Jayapura, Khairul Lie mengatakan, saat ini kedua pasien yang positif Corona tersebut sedang dirawat intensif di ruang isolasi RSUD Yowari Kabupaten Jayapura bersama dua PDP lainya.

“Jadi dua pasien Corona ini sedang kita rawat bersama dengan 2 orang PDP,” kata Khairul Lie saat dihubungi media ini, Kamis (2/4), malam.

Dia menjelaskan, dua pasien positif corona di Kabupaten Jayapura itu satunya berasal dari kota Sentani dan satu lagi berasal dari daerah Doyo Distrik Waibu. Berdasarkan riwayatnya dua pasien itu memiliki kontak dari luar Papua.

Pertama untuk PDP dengan kode Y 10 itu yang kini sudah positif Corona, berdasarkan stretching perjalanannya, yang bersangkutan telah melakukan perjalanan dari Makassar dan tiba di Jayapura pada tanggal 25 Maret 2020, kemudian pasien yang satunya dengan Kode Y9 dalam kode PDP, ini ada di Sentani Jayapura tetapi diketahui telah melakukan kontak dengan salah satu pasien dari Makassar yang sekarang melakukan perjalanan ke Kabupaten Sarmi.

Sehubungan dengan itu, kata dia, ada beberapa hal yang akan dilakukan berkaitan dengan penyelidikan riwayat kasus tersebut.

Untuk diketahui masyarakat, tim gugus tugas percepatan penanganan Covid 19 di Kabupaten Jayapura akan segera melakukan pemeriksaan secara berkala terhadap anggota keluarga yang bersangkutan yang ada di rumah terutama anak istri, keluarga yang sudah melakukan kontak langsung satu rumah.

Kemudian terhadap kelompok yang beresiko artinya kelompok yang bersama-sama dengan mereka pada saat kegiatan tersebut dari Makassar.

“Kemudian kami akan memperketat pengawasan terhadap kontak pasien dengan orang lain, kami sudah punya data epidemologi, hari ini kami sudah perintahkan kepada tim epidemologi untuk melakukan stretching yang ketat, mungkin kita akan melakukan langkah langkah untuk menemukan kasus positif yang baru,” ujarnya.

Kemudian petugas kesehatan yang pernah melakukan kontak dengan riwayat dua pasien ini akan menjadi perhatian serius pihaknya.

“Kami akan melakukannya dengan menggunakan rapid test untuk meminimalisir penyebarannya di masyarakat,” tambahnya (roy).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *