Kasus Curanmor Masih Rangking Pertama

Kapolres Jayawijaya AKBP. Dominggus Rumaropen. SSos, MM saat menyerahkan berkas pengembalian kendaraan kepada pemilik kendaraan, di Mapolres Jayawijaya, Rabu (1/4). (Denny/ Cepos)

WAMENA-Kapolres Jayawijaya AKBP Dominggus Rumaropen mengungkapkan bahwa dalam triwulan pertama tahun 2020 Polres Jayawijaya telah menangani 49 kasus Curanmor yang menempati urutan pertama. Hal ini juga dibarengi dengan pengembalian kendaraan bermotoryang kepada pemiliknya yang  kini mencapai 67 unit.

    “Kasus kriminalitas dalam  triwulan pertama ini secara umum curanmor masih menempati rengking pertama dengan 49 kasus pencurian kendaraan roda dua di Jayawijaya, namun kita bareng dengan pengembalian motor 67 unit pada pemiliknya,”ungkapnya Rabu (1/4)kemari di Polres Jayawijaya

  Ia menyatakan untuk peringkat kedua, yakni kasus jambret sebanyak 13 kasus dimana telah menangani 6 kasus dengan  9 tersangka yang telah tertangkap. Sedangkan untuk kasus pembuatan miras lokal dan Narkoba ada 13 kasus diamana untuk Ganja 1 kasus dan Sabu juga 1 kasus, 7 diantaranya telah tahap II atau diserahkan kepada kejaksaan khususnya yang pembuat miras.

“Sekarang  5 orang masih melakukan pemberkasan termasuk pelaku sabu dan ganja , serta beberapa pembuat miras yang kita masih melakukan tahapan pemberkasan,”jelas Rumaropen

   Menurut Kapolres, ini adalah kasus -kasus yang sangat meresahkan masyarakat Jayawijaya. Khusus kasus Curanmor, data 3 tahun lalu menunjukan jika  rata -rata dalam sebulan itu ada 50 laporan   curanmor dalam  namun sekarang ini sebulannya hanya 16 kasus.     

  Secara terpisah salah satu korban curanmor yang kendaraannya berhasil ditemukan Wilson Hisage, mengaku jika kendaraannya hilang di tahun 2019,  saat diparkir  di rumahnya di Wesaput. Ia   berterimakasih kepada keolisian karena berhasil mendapatkan kendaraannya yang dibeli dari Jayapura. “Motor saya beli di Jayapura namun setelah dicuri dan saat ini kembali sudah berubah bentuk,”ujarnya.(jo/tri)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *