Pelayanan Serba Online, Jika Temui Kendala Komunikasikan via WAG

Wali Kota Jayapura Dr Benhur Tomi Mano, MM, melakukan pertemuan terbatas dengan beberapa pimpinan OPD dilingkungan Pemkot, baru-baru ini. (Priyadi/Cepos)

Usaha Pemkot Dalam Memberikan Pelayanan Publik Selama Libur

Pemerintah Kota Jayapura telah mengeluarkan instruksi libur ASN dan anak sekolah mulai tanggal 17 Maret-17 April 2020, dalam pencegahan penyebaran Covid-19 di Kota Jayapura. Bagaimana usaha Pemkot dalam memberikan pelayanan publik kepada masyarakat?

Laporan: Priyadi

Wabah Covid-19 yang telah melanda dunia, juga dirasakan di Kota Jayapura, sehingga membuat Pemerintah Kota Jayapura dalam hal ini Wali Kota Jayapura Dr Benhur Tomi Mano, MM., langsung mengeluarkan instruksi untuk meliburkan ASN dan anak sekolah sejak tanggal 17 Maret -17 April 2020, dan megelurkan instruksi pembatasan jam operasional pelaku usaha maupun menutup tempat usaha tertentu dan melakukan sosial distancing kepada masyarakat.

Walaupun demikian, Wali Kota tetap meminta kepada Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dilingkungan Pemkot yang berhubungan dengan pelayanan publik seperti Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil, Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPM PTSP) Kota Jayapura dan lainnya masih bisa beroperasi dengan cara pelayanan secara online, bahkan untuk Badan Pendapatan daerah Kota Jayapura masih tetap melayani seperti biasa hanya saja pembatasan waktu kerja saja.

  Sehingga, dalam menghadapi wabah Covid-19 Wali Kota tetap memberikan pelayanan kemudahan melalui online bagi pelayanan publik tertentu yang masih bisa akses.

Sedangkan untuk pelayanan kepada anak-anak yang libur sekolah, bisa dilakukan juga secara online, dengan demikian, selama libur anak-anak masih tetap bisa belajar dan mendapatkan haknya.

Wali Kota Jayapura Dr Benhur Tomi Mano, MM.,mengatakan, Kota Jayapura adalah barometernya papua sudah menuju kota cerdas (smart city) dengan adanya wabah Covid-19, diharapkan tidak terlalu berdampak pada pelayanan publik dan anak sekolah yang diliburkan, karena masyarakat masih bisa mendapatkan pelayanan publik yang bisa diakses secara online, sedangkan anak-anak bisa belajar melalui online di rumah.

Untuk ASN sendiri dalam libur selama di rumah supaya tidak kemana-mana, tetap masih diberikan tanggung jawab sesuai Tupoksinya apakah dalam membuat laporan, Surat Pertanggung Jawaban dan lainnya dengan cara online melalui WAG (whatsapp grup) yang telah dibuat dan dalam grup WA ini Wali Kota juga selalu memantau, sehingga segala bentuk informasi bisa dilihat Wali Kota, jika memang ada kendala tinggal dikasih masukan lewat grup WA itu.

  Sehingga pertemuan atau rapat-rapat sekarang sudah lagi dikurangi, karena dengan adanya perkembangan teknologi juga bisa lewat videocall atau teleconference karena lebih efisien segalanya.

“Selama libur saya harap pelayanan publik harus tetap jalan melalui online, saya harap semua OPD yang memberikan pelayanan publik harus mampu berinovasi dalam menggunakan IT, karena tahun 2020 adalah tahun pelayanan prima melalui layanan IT,’katanya, Senin (30/3).

Dengan majunya perkembangan zaman, mau tidak mau Kota Jayapura harus bisa melakukan pekerjaan secara online, jangan selalu mengandalkan tatap muka karena saat ini serba menggunakan IT sehingga pelayanan harus bisa secara online warga tidak perlu datang ke kantor.

  “Saya minta seluruh ASN saja belajar tentang IT, jangan selalu melakukan pekerjaan secara manual tapi harus online,’’pintanya.

Menurutnya Wali Kota untuk pelayanan publik yang benar-benar dibutuhkan masyarakat yakni dalam pengurusan Izin usaha, pembuatan dokumen Adminduk, pelelangan barang dan jasa, semua sudah bisa dilakukan online dengan demikian pelayanan publik yang mendasar ini jika sudah bisa di kota dilakukan secara online tentu sangat baik sekali, tinggal OPD lainnya yang harus melakukan inovasi dalam memberikan pelayanan secara online.

Karena, mau tidak mau nanti jika teknologi sudah berkembang maksimal di Kota Jayapura, semua pelayanan bisa dilakukan secara online, Sumber Daya Aparatur Sipil Negara  dilingkungan Pemkot akan dikurangi, karena semua pelayanan sudah tidak banyak menggunakan ASN (*/wen)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *