Penutupan Bandara Sentani Belum Belum Diketahui Semua Orang

Suasana lengang di Bandara Sentani setelah berlakunya keputusan Gubernur Papua mengenai penutupan sementara akses masuk maupun keluar dari Bandara Sentai selama 14 hari ke depan. Foto ini diambil Kamis (26/3). (Robert Mboik Cepos)

SENTANI-Penutupan sementara akses penerbangan di Bandara Sentani secara resmi diberlakukan, Kamis (26/3) hingga 9 April. Penutupan akses penerbangan itu menyusul dikeluarkannya   Surat Pernyataan Gubernur Papua Nomor 440/3235/SET tertanggal 17 Maret lalu.

Kendati demikian, masih ada sejumlah penumpang yang datang ke bandara Sentani untuk melakukan penerbangan keluar daerah.

Salah satu yang berhasil ditemui media ini misalnya, Sharul. Warga Yogyakarta itu sudah membeli tiket di salah satu maskapai penerbangan sejak dua hari lalu. Namun, dia mengaku tidak tahu menahu jika mulai Kamis (26/3), Pemerintah Provinsi Papua secara resmi menerapkan aturan penghentian atau penutupan sementara akses masyarakat melalui penerbangan di Bandara Sentani.

“Saya mau ke Jogyakarta, tapi tidak tahu kalau hari ini ada penutupan Bandara Sentani dan saat ini sedang kami koordinasikan untuk tiket, apakah dikembalikan atau tidak,” katanya saat ditemui dibandara Sentani, Kamis (26/3).

Sementara itu, berdasarkan pantauan media ini di lapangan suasana di Bandara Sentani tidak lagi seperti biasanya yang selalu padat dan ramai dengan aktivitas masyarakat, baik yang pergi maupun yang datang ke Papua. Terpantau beberapa  ruangan terlihat tidak ada aktivitas sama sekali dan kursi-kursi yang biasanya ditempati  para penumpang sebelum bepergian juga tampak kosong. Meski begitu, sejak pagi di area bandara memang masih terlihat sejumlah orang beraktivitas. Misalnya karyawan tempat usaha di area bandara yang sibuk membereskan dan membersihkan tempat jualannya.

Meski tidak ada aktivitas, namun aparat keamaanan masih tampak bersiaga di sekitar kawasan bandara.

Kapolsek KP3 Udara Bandar Udara Sentani, Iptu Ihamka  Imoliana mengatakan, pengawasan di area bandara  tetap dilaksanakan selama adanya penutupan aktivitas penerbangan. Termasuk pihaknya memberikan informasi atau pemahaman kepada masyarakat yang terlanjur datang ke bandara.

“Masih ada masyarakat yang datang ke bandara karena mereka belum tahu ada penutupan bandara, sehingga itu perlu diinformasikan secara persuasif supaya mereka kembali ke rumah dan tinggal di rumah,” ungkapnya.

Dia menjelaskan, penumpang yang datang ke bandara itu merupakan penumpang yang akan melanjutkan perjalanan ke Bandara Timika, namun karena pemerintah sudah menutup akses bandara sejak pukul 24.00 WIT, sehingga sebagian masyarakat belum mengetahui.

“Dari maskpai sudah mengembalikan tiket dan mereka harus bertahan dulu selama 14 hari ke depan,”imbuhnya. (roy/tho)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *