DPRD Diharap Peka Terkait Penanganan Virus

Otniel Deda

JAYAPURA – Kondisi sulit yang sedang dialami Papua dalam penanganan virus Covid 19 tidak saja membutuhkan sikap tertib dari masyarakat tetapi lebih dari itu. Minimnya alat pelindung diri serta sarana lainnya disebut bisa menjadikan kondisi Papua lebih berat ke depan. Para tenaga medis harus bersentuhan dengan pasien yang positif menggunakan atribut di luar standart sehingga rentan tertular. Tak hanya itu, untuk pasien dengan status Orang Dalam Pemantauan (ODP) hingga kini terbilang tak begitu terkawal padahal sangat memungkinkan statusnyabisa naik menjadi Pasien Dalam Pengawasan (PDP).

Terkait ini DPRD seluruh Papua diminta lebih peka dengan menyiapkan anggaran tak terduga untuk membantu tersedianya APD maupun sarana lainnya. “Saya pikir ini kembali ke kepekaan para anggota DPRD di daerah, situasi seperti ini dan apakah ada angaran DPRD yang dipotong untuk mensikapi situasi ini,” kata  Otniel Deda, Ketua Harian DPC Hanura Kota Jayapura, Jumat (27/3). Ia mencontohkan dengan apa yang sudah dilakukan oleh DPR Papua dimana ada Rp 20 miliar anggaran  dari Dipa DPRP yang dipotong untuk memberi tunjangan kepada dokter dan tenaga medis yang bersentuhan langsung dengan pasien yang positif.

Selain itu ada juga yang digunakan untuk membeli ADP. “Nah di daerah kalau setiap DRPD menyisihkan Rp 1 miliar untuk kebutuhan rumah sakit  tentu akan sangat membantu. Sekali lagi ada banyak bantuan yang dibutuhkan saat ini sehingga ini kembali ke rasa kemanusiaan dari anggota DPRD sendiri,” jelasnya. Sementara Sekjend Barisan Merah Putih Papua, Yonas Nusi meminta agar persoalan alat mendeteksi suhu tubuh maupun rapid test  yang selama ini ditunggu oleh pemerintah provinsi Papua bisa diadakan sendiri tanpa harus menunggu.

Yonas berharap PT Freeport maupun Inalum bisa membantu Pemprov Papua dengan mengadakan  dua alat ini. Selain itu kata Yonas, OPD juga bisa melihat kegiatan yang dianggap tidak bisa berjalan dengan kondisi sekarang sebaiknya dialihkan untuk membantu penanganan virus. Papua kata Yonas jangan megulang kesalahan yang terjadi di daerah lain dimana banyak tenaga dokter yang meninggal. “Gubernur, MRP dan DPRP bisa memanggil PT Freeport dan PT Inalum untuk memfasilitas membelikan alat rapid tes maupun alat pengukur suhu. Rakyat membutuhkan bantuan dan saya yakin jika meminta uang pasti tidak dikasi namun jika membeli alat saya pikir itu bisa. Lalu kalau perlu kita mencari satu gedung yang disulap untuk mengantisipasi melonjaknya jumlah pasien,” sarannya. (ade/wen) 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *