Kapal Ciremai Tetap Tidak Diizinkan Sandar di Pelabuhan Jayapura

Reky D Ambrauw, S.Sos, M.Si (Robert Mboik Cepos) 

SENTANI- Kepala dinas Perhubungan Provinsi Papua, Reky D Ambrauw, S.Sos, M.Si  mengatakan,sesuai surat edaran gubernur provinsi Papua terkait dengan penutupan sementara akses masyarakat di pelabuhan laut dan bandara di Provinsi Papua maka sudah dipastikan dua pintu masuk tersebut ditutup untuk sementara. Sehingga angkutan laut dan udara sementara waktu untuk 14 hari kedepan dinonaktifkan.

“Ini saya mau tegaskan, (Bandar) udara maupun (pelabuhan) laut, semuanya tetap kembali pada pedoman surat edaran yang sudah dikeluarkan (Pemprov Papua). Jadi kita tetap berpijak, berpedoman pada surat edaran yang sudah dikeluarkan itu,” kata Reky D Ambrauw, saat ditemui wartawan di bandara Sentani, Kamis (26/3).

Ditanya wartawan terkait dengan jadwal sandar atau masuknya kapal Ciremai di pelabuhan Jayapura pada malam nanti. Menurutnya, sudah dipastikan kapal itu tetap tidak bisa masuk atau sandar di pelabuhan Jayapura karena mulai hari Kamis 26 Maret keputusan Gubernur Papua mengenai pembatasan atau penutupan sementara akses ke Papua melalui laut dan udara ditutup sementara selama 14 hari kedepan.

“Kapal Ciremai, yang akan masuk tapi dengan surat edaran itu kita semua berpegangan atau berpedoman pada edaran itu, artinya tetap tidak diizinkan sandar dipelabuhan Jayapura,” ungkapnya.
Sehubungan dengan itu kata dia, setelah surat edaran gubernur Papua itu dikeluarkan, masing masing instansi teknis yang berwenang dari maskapai penerbangan dan pelayaran juga mengeluarkan surat terkait keputusan gubernur Papua itu.

“Yang kami dapat petunjuk itu tidak bisa sandar ataupun tidak bisa masuk,” ujarnya.
Untuk diketahui, kapal Ciremai milik Pelni itu melayani rute pelayaran dari pelabuhan Baubau Sulawesi Tenggara tujuan Sorong, Manokwari Biak dan Jayapura. (roy)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *