Buah Merah Diklaim Bisa Mencegah Virus Covid-19

Peneliti dari Balai Arkeologi Papua, Hari Suroto, berbincang-bincang mengenai buah merah seorang Indigo, Rara Istiati Wulandari di Kantor Balai Arkeologi Papua, Senin (23/3) lalu. (Yewen/Cepos)

JAYAPURA- Buah merah asal Papua ini diklaim bisa dapat mencegah Virus Covid-19 atau Corona yang saat ini melanda dunia, khususnya melanda Indonesia dan kini telah menyebar sampai ke Papua.

Karena bisa mencegah penyebaran Virus Covid-19, maka warga masyarakat di Papua diajak untuk bisa dapat mengkonsumsi buah merah sebagai salah satu makanan chas Papua yang telah dikenal lama, khususnya di wilayah pegunungan Papua ini.

Peneliti dari Balai Arkeologi Papua, Hari Suroto mengatakan, tanaman buah merah ini merupakan tanaman endemik Papua, karena hasil penelitian Arkeologi menunjukkan bahwa tanaman buah merah ini telah dibudidayakan 7000 tahun yang lalu, terutama di daerah pegunungan yang diteliti oleh peneliti asal Australia, Haberle yang meneliti pada tahun 1991 di Kelila Lembah Baliem Bagian Barat yaitu yang meneliti dari hasil serbuk sari sisa dari tanaman buah merah dari Kelila dan dibawa ke laboratorium dan dilakukan analisis radiokarbon dan diketahui sudah ditanam 7000 tahun yang lalu.

“Buah merah ini merupakan sejenis komoditas yang dikonsumsi cukup lama oleh masyarakat Papua di pegunungan, seperti misalnya di Lembah Baliem dan beberapa daerah pegunungan Papua lainnya,” katanya kepada wartawan di Kantor Balai Arkeologi Papua di Waena Kelurahan Yabansai DIstrik Heram Kota Jayapura, Senin (23/3).

“Berkaitan dengan Virus Covid-19 atau Corona, saya pikir untuk meningkatkan daya tahan tubuh perlu untuk dikonsumsi buah merah untuk meningkatkan daya tahan tubuh dan mencegah Virus Covid-19,” ucapnya.

Sementara itu, Peneliti Buah Merah, I Made Budi mengatakan, buah merah ini sudah dikonsumsi secara tradisional oleh masyarakat Papua. Oleh karena itu, dirinya membuat suplemen dan tidak ada efek sampingnya, sehingga sudah dikonsumsi oleh hampir seluruh dunia. “Dari sisi manfaatnya luar biasa positif, karena buah merah ini kandungan betacarotene 10 ribu kali lipat dari jagung merah,” katanya. (bet/wen)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *