Soal UN, Ini Kabar Gembira bagi Para Peserta Didik

Kepala Dinas Pendidikan, Perpustakaan, dan Arsip Daerah (DPPAD) Provinsi Papua Christian Sohilait. foto Gratianus silas/ceposonline.com

JAYAPURA- Kepala Dinas Pendidikan, Perpustakaan, dan Arsip Daerah (DPPAD) Provinsi Papua, Christian Sohilait, mengonfirmasi bahwa Ujian Nasional (UN) di Papua bakal ditiadakan karena ancaman Covid 19 makin nyata dengan terusnya terjadi peningkatan jumlah kasus.

“10 menit tadi, saya teleconference dengan BNPB dan Sekjen Kemdikbud. Intinya, semua hal yang berkaitan dengan ujian ditiadakan, baik UN, ujian sekolah, ujian praktek, semuanya ditiadakan,” kata Christian Sohilait kepada Ceposonline.com, Selasa (24/3).

Kemudian, edaran libur yang sudah dikeluarkan, yang mana hingga tanggal 1 April nanti, di Papua, akan diperpanjang lagi hingga 17 April sesuai instruksi gubernur.

“Kepada para guru, UN itu bukan satu-satunya ukuran penilaian terhadap kelulusan peserta didik. Kami sedang menunggu mekanisme pembatalan UN, di mana nilai-nilai semester para peserta sudah cukup untuk menentukan kelulusannya di sekolah,” terangnya.

“Demikian, menurutnya, guru merupakan sosok yang bisa melihat perkembangan peserta didik sejak awal, sehingga melalui perkembangan akademik, melalui nilai-nilai semester, sudah bisa untuk menentukan kelulusan peserta didik, tanpa UN,” sambungnya.

Secara terpisah, Kabid Pendidikan Khusus dan Layanan Khusus DPPAD Papua, Laorens Wantik, senada bahwa UN bukannya ditunda karena Covid 19, melainkan ditiadakan.

“UN bukan ditunda, tapi ditiadakan. (UN) Nanti diganti dengan nilai kumulatif peserta didik dari semester 1 hingga semester 5,” beber Laorens Wantik.

Sebelumnya, Ketua Komisi X DPR RI, Syaiful Huda, melalui cuitan di akun Twitter miliknya, mengonformasi bahwa berdasarkan hasil Rapat Daring dengan Mendikbud dan jajaran Kemdikbud, salah satu yang disepakati ialah meniadakan UN SD, SMP, dan SMA. (gr)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *