Satu Ibu Hamil Ditetapkan Berstatus PDP, 10 Orang ODP

Satgas Covid -19 pemda Jayawijaya saat melakukan jumpa pers (denny) 

WAMENA – Satgas covid -19 pemda Jayawijaya memastikan telah menerima seorang pasien berjenis kelamin perempuan yang sedang dalam keadaan mengandung dan kini berstatus Pasien dalam pengawasan (PDP) sejak senin (23/3) kemarin sehingga kini telah diisolasi di RSUD Wamena.

Plt Sekda Jayawijaya Tinggal Wusono saat ini ada satu orang pasien yang diterima dimana secara indikasi mendekati gejala Covid -19 yang sudah dilakukan isolasi di RSUD Wamena dan usia kandungan yang bersangkutan juga antara 24-26 minggu dan dalam proses persalinan secara prematur.

“Dapat kami pastikan status dari warga ini adalah Pasien dalam pengawasan (PDP), kami masih perlu melakukan uji sample untuk membuktikan yang bersangkutan teriveksi atau tidak,”ungkapnya saat melakukan jumpa pers di RSUD Wamena selasa (24/3).

Untuk sample yang akan diambil ini, kata Tinggal Wusono belum bisa dilakukan karena yang yang bisa mengambil sample itu hanya dokter THT dan sementara di RSUD wamena belum ada, sehingga Satgas covid -19 masih berupaya untuk melakukan pemeriksaan itu.

“Uji sample ini akan dibawah keluar daerah, kami juga sudah koordinasi dengan Dinkes Provinsi Papua untuk mengirimkan alat tranfer sampel yang kebetulan di RSUD Wamena tak ada,”katanya

Ia juga menyatakan dari riwayat perjalanan pasien, ia datang dari daerah yang terpapar penyebaran Covid- 19, namun diharapkan bersama meskipun ada riwayat perjalanan didaerah tersebut nantinya sampel yang akan diambil dan diuji ke lab hasilnya negatif sehingga bisa disampaikan kepada masyarakat tentang kondisi pasien tersebut.

“Kami juga akan melakukan menelusuran kepada keluarga pasien yang saat ini dirawat dan riwayat kontak yang bersangkutan dengan keluarganya, teman-teman di puskesmas hom-hom yang sudah dilakukan,”bebernya.

Sementara itu drg Gabriel Yusrianti Andayani, dari hasil pemeriksaan yang dilakukan kantor kesehatan pelabuhan ada 10 orang yang ditetapkan atau berstatus sebagai Orang dalam Pengawasan, ia juga memastikan jika sebenarnya dari 300 orang yang diperiksa dibandara tak semua bisa dikatakan sebagai ODP karena gejala yang ditunjukan tak sama dengan juknis penanggulangan Covid -19.

” Kami pastikan ada 10 orang dengan status ODP namun data itu bisa berubah jika yang bersangkutan dalam masa pemantauawan itu sembuh sehingga pastinya akan dikeluarkan dari data itu ,”tutupnya.(jo)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *