Perbankan Siap Ikuti Aturan OJK

Aktivitas pelayanan nasabah di Bank Papua, yang nampak tetap berjalan normal, Senin (23/3) kemarin. (Yohana/Cepos)

JAYAPURA – Terkait himbauan OJK melalui POJK No.11/POJK.03/2020 tentang Stimulus Perekonomian Nasional Sebagai Kebijakan Countercyclical Dampak Penyebaran Coronavirus Disease 2019 pada Kamis lalu, yang mana perbankan diharapkan dapat proaktif dalam mengidentifikasi debitur-debiturnya yang terkena dampak penyebaran Covid-19 dan segera menerapkan POJK stimulus dimaksud. Berdasarkan POJK tersebut beberapa perbankan di Papua khususnya di Jayapura mengaku akan melaksanakan peraturan tersebut sesuai dengan keputusan OJK.

Pemimpin Divisi Bisnis Komersial & Korporasi Bank Papua,  Daniel Palullungan mengatakan, saat ini kondisi perkreditan di Papua masih dalam tahap terkendali, dampak dari COVID-19 belum begitu dirasakan, sehingga pembayaran kredit dari para debitur masih lancar.

“Di Papua pengaruh corona belum keliatan untuk sektor usaha mikro dan kecil tapi bagi sektor perhotelan sudah mulai terasa karena tingkat hunian mulai turun. Untuk mengantipasi hal tersebut kami tetap mengikuti aturan dari OJK tersebut,” kata Daniel kepada Cenderawasih Pos, Senin (23/3) kemarin.

Hal ini dilakukan guna mencegah dampak terhadap kinerja para debitur yang terkena dampak dari corono, namun sejauh ini diakuinya, bahwa dampak dari corona belum mempengaruhi sektor usaha secara keseluruhan khususnya para pelaku usaha micro dan kecil.

Pihaknya harapkan kondisi ini bisa kembali normal sehingga aktivitas perekonomian bisa kembali normal.

Sementara itu, Kepala Cabang PT. Bank Tabungan Negara (BTN) Adolf Ronaldo mengatakan, terkait dengan dampak corona terhadap pelayanana jasa perbankan khususnya di bagian perkreditan, belum pihaknya rasakan.

“Saat ini kami masih belum terlalu terdampak, mengingat debitur kami lebih spesifik Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) yang pekerjaannya masih belum ada dampak signifikan (PNS, swasta, pedagang kecil). Tapi kami akan evaluasi terus, mengingat saat ini sudah ada informasi bahwa Covid-19 sudah masuk Papua, sehingga pasti akan memberi dampak,” jelasnya.(ana/ary)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *