DPRP Potong Anggaran Rp 20 Miliar Tangani Covid 19 

Jhoni Banua Rouw ((Gamel Cepos))

Ketua DPRP, Jhony Banua (gamel)

JAYAPURA – Papua telah mengambil keputusan untuk melakukan pembatasan akses transportasi baik yang masuk maupun keluar dari dan ke Papua. Persoalan pendemi Covid 19 benar-benar membuat banyak sendi kehidupan terganggu. Sementara, DPR Papua sendiri merespon dengan mengambil langkah segera memotong anggaran untuk membackup penanganan penyebaran virus Corona ini. Disebutkan ada anggaran DPRP sebesar Rp 20 miliar yang akan dipotong.

“Kami putuskan seperti itu, Rp 20 miliar dari DPA DPRP kami potong untuk penanganan virus ini,” kata Ketua DPRP, Jhony Banua, Selasa (24/3). Dana sebesar itu dikatakan akan diperuntukkan bagi petugas medis yang bersentuhan langsung dengan pasien positif kemudian untuk membeli peralatan medis untuk menangani pasien termasuk pengadaan alat rapid test.

“Kami percaya untuk menangani penyebaran virus ini membutuhkan anggaran yang tak sedikit, karenanya DPRP memutuskan membantu dengan memotong anggaran kami sebesar Rp 20 miliar tadi. Kami ingin tenaga medis diberi tunjangan khusus karena mereka yang paling rentan tertular,” jelas Jhony Banua. Untuk nominal perorangannya ia menyebut hal tersebut belum dibicarakan dan nantinya uang ini akan diberikan kepada gugus tugas untuk digunakan. “Jadi kami juga prihatin karena alat pelindung diri (APD) mereka (tenaga medis) sangat minim sementara mereka harus bekerja mempertaruhkan semuanya. Uang ini juga untuk membeli rapid tes Covid 19,” tambahnya.

Bahkan kata Jhony jika urgen maka DPRP juga tidak keberatan untuk memotong uang perjalan guna memastikan semua tersedia. (ade)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *