Bupati Segera Revisi Aturan Pembatasan Waktu Kegiatan Ekonomi 

Tim gugus tugas penanganan Covid 19 Kabupaten Jayapura saat melakukan razia terhadap aktifitas masyarakat yang masih berjualan diluar waktu yang ditetapkan pemerintah Daerah Kabupaten Jayapura, Selasa (24/3).Robert Mboik Cepos 

SENTANI- Bupati Jayapura, Mathius Awoitauw, SE,M.Si segera merevisi kembali penerapan aturan pembatasan waktu terhadap kegiatan kegiatan ekonomi dan aktivitas masyarakat di Kabupaten Jayapura.

“Kami segera merevisi surat edaran itu,” ungkap Bupati Mathius saat dihubungi media ini, Selasa (23/3), malam.

Sebagaimana diketahui, Senin (23/3) sore lalu, Pemerintah Daerah Kabupaten Jayapura melalui sekretariat daerah telah mengeluarkan surat edaran nomor 592.2/24/56/SET, untuk masyarakat Kabupaten Jayapura terkait pembatasan aktivitas ekonomi dan kegiatan masyarakat lainnya pada hari-hari efektif kerja. Di mana secara khusus surat edaran itu meminta kepada seluruh masyarakat yang ada di Kabupaten Jayapura untuk ikut serta di dalam upaya pencegahan penyebaran virus Corona di Kabupaten Jayapura. Untuk itu melalui surat edaran itu menegaskan tentang pembatasan waktu pelayanan dan jam kerja bagi para pelaku usaha, Swalayan, supermarket, pemilik toko, kios dan toko obat, rumah makan dan masyarakat pelaku usaha pasar di Kabupaten Jayapura untuk memulai kegiatan pelayanannya dimulai sejak pukul 08.00 hingga 12.00 WIT.

Menurut orang nomor satu di Kabupaten Jayapura itu, keputusan dalam surat edaran itu secepatnya direvisi menyusul adanya hasil rapat bersama dengan seluruh Pemerintah Daerah Kabupaten dan Kota se Propinsi Papua bersama Gubernur Papua yang dilaksanakan di Gedung Negara, Selasa (23/3).

“Kita sesuaikan dengan waktu ditetapkan gubernur sampai pukul 02.00 siang,” jelasnya.

Dia menegaskan, keputusan ini akan mulai diberlakukan pada, Kamis (26/3), sesuai dengan jadwal yang sudah ditetapkan oleh gubernur Papua. Sementara itu terkait pembatasan waktu pelayanan dan jam kerja, hanya berlaku terhadap tempat usaha dan pelaku usaha selain apotik atau toko obat.

“Apotik dibuka 24 jam,tidak dibatasi. Kalau supermarket, swalayan, rumah makan, pasar dan lainnnya tetap diatur jam pelayanannya” bebernya.

Dia berharap, keputusan pemerintah terkait pembatasan jam aktivitas khusus kegiatan perekonomian dan kegiatan perkumpulan masyarakat itu harus dipahami dan didukung oleh seluruh masyarakat yang ada. Karena ancaman penyebaran virus Corona ini tidak lagi terjadi di luar Papua tetapi masalah itu sudah ada di Provinsi Papua sehingga semua pihak tanpa terkecuali harus bahu-membahu untuk mematuhi aturan dan menilai tindak lanjuti apa yang sudah ditetapkan oleh pemerintah.

“Ini harus dilaksanakan, pembatasan ini untuk kebaikan kita semua. Tentunya melalui gugus tugas yang sudah dibuat pemda Jayapura pencegahan ini harus benar benar kita upayakan, itu bukan saja tugas pemerintah, tapi semua elemen masyarakat yang ada,” tambahnya. (roy).

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *