Pantai Masih Dikunjungi, Cafe-cafe Masih Life Musik dan Jalan Raya Masih Padat

Salah satu pengunjung di Pantai Hamadi-Holtekamp saat berselfi dengan berlatarkan Jembatan Youtefa, Sabtu (21/3)(Elfira/Cepos)

Imbauan Pemerintah Untuk Tetap di Rumah Seakan Tak Digubris

Tau tapi tapi malas tau untuk menerapkan, kira-kira begitulah. Ditengah kecemasan penyebaran virus corona, imbauan  pemerintah untuk tetap berada di rumah sekan tak digubris. Sebagaimana pantauan Cenderawasih Pos di lapangan masih ada orang-orang mengunjungi tempat-tempat keramaian. Berikut laporannya

Laporan-Elfira

Angin pantai berhembus kencang di pantai Hamadi-Holtekamp, sayu-sayu suara kendaraan roda dua dan roda empat terdengar dari bibir pantai. Sedang sekelompok orang, asik berselfi ria dengan berlatar belakang jembatan Youtefa yang diresmikan Presiden Joko Widodo pada tahun 2019 lalu.

Di jalan raya, lalu lalang kendaraan sibuk ke sana kemari bahkan saling selip dengan kecepatan tinggi. Di sebagian cafe, anak-anak muda duduk nongkrong g dengan ditemani life music sambil sibuk dengan Hp masing-masing. Bahkan, masih ada orang-orang di bibir jalan duduk nongkrong g sembari meneguk minuman keras.

Potret tersebut seakan tak mengindahkan imbauan pemerintah untuk tetap berada di rumah ditengah wabah virus corona atau Covid-19 yang sedang menimpa Indonesia termasuk Provinsi. Sebagaimana dengan tetap berada di rumah, maka meminimalisir penyebaran Covid-19.

Salah satu warga Waena bernama Maria yang ditemui Cenderawasih Pos di Pantai Hamadi-Holtekamp mengaku keberadaanya di Pantai sekedar menghilangkan kepanikan dan stres di tengah beradarnya berita-berita dan gambar tentang Corona.

“Mumpung hari Sabtu saya dan beberapa teman jalan-jalan ke pantai, itupun tidak berlangsung lama di sini (Pantai-red). Setelah itu, saya dan teman-tema kembali ke rumah,” ucap Maria sembari tersenyum.

Maria sendiri tahu tentang adanya imbauan  dari pemerintah untuk tetap berada di rumah dan tidak mengunjungi tempat-tempat keramaian, hanya saja pendapat Maria bahwa jika dirinya  tetap berada di rumah maka itu akan menimbulkan banyak ketakutan.

Sebagaimana banyaknya postingan-postingan bukan untuk saling mendukung dan menguatkan melainkan postingan yang membuat orang-orang panik dan ketakutan. “Postingan di media sosial membuat saya takut dan khawatir, itulah mendatangi pantai. Namun ke pantaipun saya menggunakan masker, serta lainnya mengkonsumsi vitamin dan rajin cuci tangan,” curhat Maria sembari memperbaiki rambutnya akibat tiupan angin laut.

Beda Maria beda juga dengan Faradila, jika Maria keluar rumah akibat postingan media sosial yang menakut-nakuti. Faradila memilih nongkrong g ke café lantaran di rumahnya sepi.

“Di rumah sepi, ndak ada orang makanya memilih keluar dan nongkrong g di Café,” ucapnya singkat. Namun ia mengaku sudah tahu dengan imbauan  pemerintah terkait dengan sosial distancing.

Sementara itu, pemilik lokasi  Hecnuk Beach Lian Meuje mengaku sejak adanya informasi wabah corona di Kota Jayapura. Lokasi wisata menjadi sepi, dalam artian pengunjung menurun drastis sejak dua minggi terakhir.

Padahal sebelumnya, setiap hari lokasinya itu ramai dikunjungi dan puncak keramaian akan terjadi pada sabtu dan minggu. Namun kemarin, pengunjung tetap ada namun hanya beberapa orang saja yang bisa dihitung dengan jari tangan.

“Biasanya ada family gathering, ada acara-acara ibadah.  Tetapi sejak adanya wabah corona menjadi sepi, pendapatan kami menurun drastis,” tuturnya sembari berucap pihaknya juga menyediakan tempat cuci tangan bagi para pengunjung. Dirinya berharap wabah ini segera berakhir, sehingga kegiatan mereka berjalan sebagaimana biasanya.

Secara terpisah Juru Bicara Satgas Covid-19 Provinsi Papua Silwanus Sumule meminta masyarakat untuk mengurangi aktivitas dengan tetap bekerja dan tinggal di rumah serta membatasi pertemuan.

Ia juga meminta masyarakat untuk mengurangi bepergian ke pantai atau tempat-tempat keramaian semisal mall, cafe. Dan kalaupun ada pertemuan maka kurang dari 10 orang dan berjarak 1 meter.  “Jika peduli dan sayang terhadap paramedis, keluarga dan sesama. Maka tetaplah berada di rumah,” tegasnya. (*/wen)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *