Mall Jayapura Sepi Pengunjung

Tenant dan Lapak tetap Beroperasi Seperti Biasa

JAYAPURA – Terkait wabah corona, berbagai upaya terus dilakukan pemerintah hingga masyarakat menyadari pentingnya melindungi diri sendiri dan keluarga dari virus corona.

Menyikapi hal tersebut Mal Jayapura juga mulai menerapkan peraturan pemeriksaan suhu tubuh bagi pengunjung..

Building Manager Mall Jayapura, Johannes Makatita mengatakan, mengantisipasi virus corona pihaknya mengikuti aturan pemerintah. Termasuk melakukan upaya pemeriksaan suhu tubuh bagi para pengunjung Mal Jayapura.

“Pemeriksaan ini kami lakukan untuk meningkatkan pelayanan kepada masyarakat dan kami juga ingin para pengunjung Mal Jayapura merasa nyaman saat berkunjung. Ini ini merupakan upaya kami mengikuti peraturan pemerintah,”jelasnya kepada Cenderawasih Pos, Senin (23/3) kemarin.

Diakuinya, terkait corona sangat berpengaruh pada aktivitas kunjungan Mal Jayapura. Hal ini menurutnya wajar karena banyak masyarakat yang merasa khawatir dan ingin melindungi diri mereka sekaligus melindungi orang-orang terkasih dari ancaman virus corona.

“Saya rasa untuk penurunan kunjungan Mal Jayapura itu wajar bukan hanya terjadi di kami saja, tetapi juga di tempat lain. Yang jelas kami tetap mengimbau para pengujung untuk tetap menjaga diri mereka masing-masing. Kami akan tetap melakukan kegiatan operasional seperti biasa,” tambahnya.

Lanjutnya, meski kunjungan mal sepi para tenant dan lapak-lapak di Mal Jayapura juga tetap beroperasi seperti biasa  dan  pihaknya juga tidak menaikkan harga sewa. Semua tetap berlengasung seperti biasa.

“Kami dalam kondisi saat ini tidak menaikan biaya sewa baik outlet maupun lapak-lapak yang ada saat ini, semuanya masih stabil hanya saja pengujung yang sepi,” pungkasnya.

Sementara itu, Hosi seorang pemilik lapak kebaya di Mal Jayapura juga menjelaskan pihaknya sangat kewalahan dengan sepinya aktivitas pengujung di Mal Jayapura, diakuinya dengan sepi pengunjung omset penjualannya turun drastis.

“Apalagi kami juga tetap membayar sewa yang cukup mahal untuk ukuran lapak saya 160 cm – 200 cm. Saya harus membayar sewa sebesar Rp 8 juta lebih  dengan jangka waktu 14 hari, hal ini menjadi dilema terbesar bagi kami,” terangnya.

Pihaknya berharap pihak Mal bisa memberikan toleransi, dimana biaya sewa bisa sedikit disesuaikan dengan kondisi saat ini. (ana/ary)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *