Distrik Harus Jadi Pusat Data

Bupati Jayapura, Mathius Aawoitauw, SE, M.Si saat membuka rapat kerja (Raker) 1 Pemantik di Aula Kantor Bupati Jayapura, Senin (9/3).(Robert Mboil Cepos)

SENTANI- Pace Mace admin TIK (Pemantik) menyelenggarakan rapat kerja pertama untuk membahas anggaran dasar, anggaran rumah tangga dan program kerja Pemantik ke depan.

Bupati Jayapura Mathius Awoitauw, SE, M.Si  yang membuka langsung Raker I Pemantik tingkat Kabupaten Jayapura itu meminta agar dalam melaksanakan program kerjanya kedepan harus mengacu pada program RPJMD Bupati dan Wakil Bupati  Jayapura.

Terlebih terkait dengan program pemerintah daerah yang menjadikan distrik sebagai pusat pelayanan publik, pusat data informasi dan pusat pelatihan.

“Karena ini sudah ada Perdanya mengenai RPJMD, pemerintah sudah menetapkan dan mengeluarkan anggaran daerah itu berdasarkan RPJMD. Saya berharap ini bisa kita paham bahwa dana yang kita gunakan itu dasarnya RPJMD,”kata Bupati Matius dalam sambutannya, Senin (9/3)

Untuk itu, dia berharap keberadaan Pemantik ini juga bisa mendukung program Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jayapura terkait penertiban mengenai data yang ada di Kabupaten Jayapura.

“Selama ini kita jalan, setiap Organisasi Perangkat Daerah(OPD) atau dinas punya data masing-masing. Bappeda punya data sendiri, BPS punya data sendiri, Disdukcapil punya data sendiri, OPD lain juga begitu,”ujarnya.

Untuk itu, dia menginginkan agar data-data yang ada di tingkat Kabupaten Jayapura itu disinkronkan mulai dari tingkat yang paling bawah yaitu di kampung.

“Kita coba sinkronkan itu semua, distrik menjadi pusat data. Di distrik hanya ada satu data, data itu dari mana, itu berasal dari kampung-kampung yang ada di masing-masing distrik. Distrik itu tidak punya tempat, tempatnya itu ada di kampung-kampung.  Jadi data distrik itu data kampung dan dia hanya boleh satu data, tidak boleh ada data lain,”tandasnya.

Melalui suatu data itu, setiap distrik harus mendaftar semua hal-hal yang berkaitan dengan keberadaan sebuah kampung, baik itu pendidikan, kesehatan dan keadaan jumlah penduduk di masing-masing kampung.

“Kita fokus supaya distrik menjadi pusat data dan informasi, berapa jumlah penduduk mulai dari anak-anak hingga orang dewasa. Kemudian berkaitan dengan kondisi kesehatan, gizinya seperti apa, bagaimana pelayanan kesehatan di setiap kampung. Data-data itu harus ada di setiap kampung dan distrik,” ungkapnya.

Sehingga, dari situ,  semua OPD yang ada di Kabupaten Jayapura bisa menggunakan data yang ada di distrik yang tentunya mulai dari setiap kampung.

“Oleh karena itu, ini menjadi pekerjaan kita dan harus diselesaikan. Bahwa hanya ada satu data, supaya yang ada di Gunung Merah hanya bisa ambil data di distrik, tidak boleh ambil data lain. Apakah  Bappeda, BPS, Disdukcapil atau kantor dinas apa saja,”tambhanya. (roy/tho)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *