Mari Lawan Bersama, Bukan Sebar Hoax

Tiga atlet Wushu Papua saat membaca koran harian Cenderawasih Pos di Gym Surya, Kota Jayapura, Senin (16/3) siang kemarin. (Erik / Cepos)

JAYAPURA – Virus Corona atau Covid-19 saat ini membuat seluruh dunia khawatir. Saat ini tercatat, 157 negara positif terjangkit virus mematikan tersebut.

Namun saat ini, disaat masyarakat berbondong-bondong mencari informasi akurat mengenai penyebaran virus Corona, situasi tersebut justru dimanfaatkan oleh orang-orang tidak bertangungjawab untuk kian menakut-nakuti masyarakat dengan menyebarkan berita bohong alias hoax.

Memang sosial media saat ini tidak bisa dibendung dalam penyebaran hoax. Namun peran media dituntut untuk dapat menyajikan hasil liputan yang akurat, mendalam, seimbang, dan bertanggung jawab.

Update virus corona di seluruh dunia per hari Senin (16/3) pukul 11.00 WIB, angka infeksi Covid-19 mencapai 169.610 orang di 157 negara. Angka kematian untuk virus Corona adalah 6.518 dan pasien yang sudah dinyatakan sembuh menjadi 77.776 orang.

Sementara untuk di tanah air, telah tercatat 117  kasus, dengan 8 diantaranya sembuh dan 5 meninggal dunia.

“Banyak di grup Facebook, whatsapp yang mengatakan bahwa virus Corona positif sudah tiba di Jayapura, Merauke. Hal itu kian membuat kita takut, sehingga saya lebih percaya dengan media-media terpercaya yang memberikan informasi akurat, seperti media online terpercaya dan koran, ” ungkap salah satu atlet Wushu Sanda Papua, Rahmat Yapa Renwarin saat ditemui di Gym Surya Kota Jayapura, Senin (16/3) siang kemarin.

Sementara itu, sang pelatih kepala Wushu Sanda Papua, Nicky Leonardo Ilolu juga mengatakan hal yang sama. Ia mangaku aktif memantau perkembangan virus Corona baik media cetak maupun online. Pasalnya Wushu Papua sendiri dalam waktu dekat akan melakukan TC atau pun try out ke luar Papua.

“Virus Corona ini mengganggu program periodesasi latihan dan TC serta try out kami. Awalnya kami ingin ke China namun karena virus Corona akhirnya kami batalkan, karena kami tidak ingin mengambil resiko. Kemudian kami memilih Bekasi, itu pun kami menunggu hingga virus corona ini cepat berlalu sehingga pelaksanaan PON tetap berjalan sesuai jadwal,” ujar Nicky.

Nicky berharap, semua masyarakat harus bersatu untuk memerangi virus tersebut. Bukan memanfaatkan situasi dengan menyebar-nyebar hoax. Apalagi saat ini maraknya informasi mengenai virus corona di tanah Papua yang membuat kecemasan masyarakat di Bumi Cenderawasih.

Dirinya hanya meminta agar masyarakat Papua harus mengetahui secara pasti proses penyebaran covid-19 tersebut dan cara pencegahannya. (eri/gin).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *