Oknum Polhut Diduga Otak Pelaku Pencurian Kayu

Para saksi  yang  tak lain petugas Taman  Nasional Wasur ketika memberikan keterangan kepada penyidik  Reserse Kriminal  Polres Merauke,  kemarin.Sulo/Cepos

MERAUKE- Enam pelaku  penebangan atau pencurian kayu   di dalam  Taman Nasional Wasur  (TNW) yang dilaporkan  oleh pihak  Taman Nasional  Wasur   beberapa  hari lalu telah ditahan  oleh   penyidik  Reserse Kriminal Polres  Merauke.

   Keenam  pelaku  yang  telah ditahan  tersebut  diantaranya MN, S alias Aep, NS,  AG,  dan NT.  Namun yang mencengangkan  bahwa salah satu  tersangka   yang ditahan  tersebut adalah oknum petugas  Polisi Kehutanan  Taman Nasional  Wasur  berinisial  NT. Bahkan NT   ini disebut-sebut  sebagai otak  pelaku yang mendanai  penebangan  hutan dalam  TNW yang dilakukan  oleh para tersangka  tersebut.

   Kapolres  Merauke AKBP Agustinus  Ary Purwanto, SIK melalui Kasat Reskrim AKP  Carroland Rhamdhani, SIK, SH, M.Si, ketika  dihubungi media ini  membenarkan  jika keenam  tersangka  tersebut  telah  resmi ditahan  sejak Senin  (24/2) lalu.

   Kasat  Reskrim menjelaskan,  bahwa    pihaknya masih  terus mendalami  keterlibatan  dari  salah satu oknum Polhut TNW  apakah  yang  bersangkutan  sebagai otak  pelaku  pencurian kayu  dalam Taman Nasional  Wasur tersebut  atau masih ada pihak lain.  “Masih   terus kita  dalami. Apakah   dia  atau  masih  ada orang lain,’’ tandasnya.

  Sebagai  Polhut TNW, kata Kasat Reskrim, seharusnya yang bersangkutan melindungi   terjadinya aksi pencurian  kayu dari  TNW tersebut, namun  justru dia yang mendanai sehingga kelima pelaku  yang merupakan  masyarakat biasa  melakukan penebangan   kayu. “Pelaku  diduga sudah lama   mendanai  penebangan  hutan   di dalam  TNW  tersebut. Sementara  ini  kita masih   terus melakukan pengembangan dan penyelidikan,” jelasnya.

   Dikatakan  Kasat Reskrim bahwa  keenam  orang   tersebut ditahan  selama  20 hari. ‘’Untuk   penahanan pertama,  para tersangka ditahan  selama 20 hari.   Setelah  itu  kemudian kita  perpanjang nanti,’’ terangnya.

    Para  Pelaku dijerat  Pasal 82 ayat (1)  UU Nomor 18 tahun  2013   dengan ancaman  hukuman antara 1-5 tahun  penjara.  Sekadar diketahui, keenam   orang tersebut  dilaporkan  oleh  Polhut Taman Nasional  Wasur ke Polres Merauke karena tertangkap tangan  oleh  Tim Polhut  TNW yang sedang melakukan patroli  di dalam  TNW tersebut dan menemukan para tersangka sedang  melakukan penebangan hutan. (ulo/tri)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *