Kontak Tembak, Warga Sipil Tewas Lagi

Irjen Pol Paulus Waterpauw. Elfira/Cepos

Kapolda : Selagi Masih Memegang Senjata Kami Tindak Tegas.

JAYAPURA- Kontak tembak antara Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat (TPNPB-OPM) dan TNI-Polri kembali terjadi di Kabupaten Nduga, Rabu (26/2).

Akibat kontak tembak yang berlangsung selama 10 menit itu, satu anggota Brimob Kelapa Dua Brigadir Junaidi tertembak di bagian dada. Sementara warga sipil bernama Waslina Tabuni tewas dengan luka tembak di bagian leher dan 1 warga lainnya bernama Yosman Wasiangge mengalami luka tembak di punggung.

Dua warga sipil ini diduga terkena peluru nyasar saat terjadi kontak tembak ketika mencari perlindungan setelah mengikuti acara bakar batu.

Kapolda Papua Irjen Pol Paulus Waterpauw menyebutkan, kontak tembak dengan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) yang ada di Nduga terjadi ketika mereka (KKB-red) menyerang pos.

Terkait dengan kontak tembak itu, Kapolda tak menjelaskan secara rinci. Namun yang pasti, kehadiran anggota di lapangan karena ada problem yang terjadi di daerah tersebut. Sebagaimana pernah terjadi pembantaian puluhan karyawan PT. Istaka Karya pada Desember 2018.

“Saya juga meminta Wakil Bupati Nduga masalah di Nduga ada pada masyarakatnya yang ada di situ, bukan aparat. Apalagi sampai meminta suaka,” cerca Kapolda kepada wartawan di Mapolresta Jayapura Kota, Kamis (27/2).

Sebagaimana lanjut Kapolda, pelaku pembantaian di Kabupaten Nduga itu belum terungkap hingga sekarang. Bahkan, ada 4 orang yang hilang dan belum ditemukan hingga saat ini. Yang kemudian hal itu menjadi atensi bersama untuk memasukkan personel di Nduga untuk melakukan penegakan hukum.

“Kalau sudah diungkap pelakunya akan selesai barang ini. Bukan malah mempolitisasi ini yang keliru. Buktinya anggota kami juga korban dan diserang. Selama mereka (KKB-red) masih ada,  kita tetap proses penegakan hukum,” tegas Kapolda.

Yang perlu diingat lanjut Kapolda, yang memiliki hak dan kewenangan untuk  memegang  dan menggunakan senjata api hanya TNI-Polri dan beberapa satuan dalam lingkup  terbatas. Sementara yang lain tidak  boleh apalagi dengan leluasa saat ini.

“Selagi masih memegang senjata, masih menakut-nakuti dan dia menekan masyarakat maka akan ditindak tegas. Yang dibilang pengunsiang itukan akibat ulah  kelompok itu yang melakukan  kekerasan terhadap masyarakatnya sendiri,” tuturnya.

Disinggung pernyataan Wakil Bupati Nduga terkait penarikan pasukan non arganik, Kapolda hanya menjawab, apakah Wabup Nduga mampu melindungi masyarakatnya dari kekerasan  konvensioanal atau tidak. “Perkelahian antara dua orang atau perang suku, itu saja,” tantangnya.

Secara terpisah, Wakapendam XVII/Cenderawasih Letkol Inf Dax Sianturi menyebutkan, dua orang menderita luka tembak dan satu orang meninggal dunia saat terjadi kontak tembak ketika KKSB pimpinan Egianus Kogoya melakukan serangan terhadap pos TNI yang berada di Kampung Koteka, Distrik Kenyam, Kabupaten Nduga, Rabu (26/2).

“Kelompok Egianus melakukan serangan pada saat masyarakat di sekitar pos sedang melakukan acara bakar batu di lokasi yang berjarak sekitar 300 meter dari pos,” terang Wakapendam.

Insiden penembakan lanjut Dax, diawali sekitar pukul 11.45 WIT. Pos TNI mendapat gangguan tembakan dari arah seberang sungai Kenyam. Sejak mendapat gangguan, seluruh personel pos segera melakukan tindakan prosedur pengamanan keliling pos (alarm stelling).

Sekira pukul 16.15 WIT, KKSB kembali menembaki pos dengan gencar dari arah perkampungan. Tembakan tersebut membuat masyarakat yang sedang melaksanakan upacara bakar batu berhamburan untuk mencari perlindungan.

“Saksi mata melihat 4 orang KKSB dengan membawa 3 pucuk senjata jenis AK terus melakukan tembakan ke arah pos saat masyarakat berhamburan,” terang Dax.

Saat mendengar bunyi tembakan, salah satu personel Brimob yang bertugas di Distrik Kenyam, Brigpol Junaedi berusaha merapat ke pos TNI untuk membantu perkuatan. Namun yang bersangkutan terkena tembakan dari KKSB sebelum berhasil tiba di pos. Brigpol Junaedi menderita luka tembak di dada tembus ke punggung.

Setelah situasi kondusif, masyarakat melaporkan adanya 2 orang warga yang terkena tembakan. Diduga kedua korban terkena peluru nyasar saat terjadi kontak tembak ketika mencari perlindungan setelah mengikuti acara bakar batu.

“Satu orang laki-laki bernama Yosman Wasiangge dilaporkan mendapat luka tembak di punggung, dan satu orang perempuan bernama Waslina Tabuni menderita luka tembak di bagian leher. Kedua korban segera dievakuasi untuk mendapat perawatan di Puskesmas Kenyam namun nyawa Waslina Tabuni tidak dapat diselamatkan oleh tim medis,” jelasnya.

Untuk Brigadir Junaidi sebelumnya mendapatkan perawatan di Rumah Sakit Umum Daerah Mimika dan selanjutnya diterbangkan ke Jakarta pada Kamis (27/2).

Adapun rilis dari TPNPB-OPM yang diterima Cenderawasih Pos Kamis (27/2) menjelaskan pasukan TPNPB-OPM telah melakukan serangan di Pos pasukan keamanan di Kenyam, ibukota Kabupaten Nduga.

Dalam penyerangan tersebut, Pimpinan Pemne Kogeya menembaki pos Brimob di Keneyam, Ibu Kota Kabupaten Nduga. Dalam kontak senjata antara pasukan TPNPB, Komando Daerah Pertahanan III Ndugama dan pasukan keamanan Indonesia. (fia/nat)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *