JAM Pidsus Baru Ditunggu Kasus Jiwasraya

ilustrasi

JAKARTA, Jawa Pos-Di tengah penyidikan kasus dugaan korupsi PT Asuransi Jiwasraya, Kejaksaan Agung melantik pejabat baru yang berkaitan dengan kasus tersebut. Jaksa Agung ST Burhanuddin mengangkat Ali Mukartono sebagai Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (JAM Pidsus) kemarin (28/2).

Pelantikan ini mendapat sorotan karena Ali Mukartono bakal mengemban tugas baru menangani kasus Jiwasraya. Publik menunggu bagaimana mantan JAM Pidana Umum ini bisa menyelesaikan penyidikan kasus tersebut hingga tuntas. ST Burhanuddin memastikan anak buahnya itu berkompetensi menuntaskan kasus yang sebelumnya ditangani oleh M Adi Toegarisman tersebut.

Dia meyakini Ali bisa mengemban tugas baru ini karena telah merasakan penyesuaian beberapa waktu. Sebelumnya, Ali ditunjuk menjadi pelaksana harian (Plh) JAM Pidsus selama Adi Toegarisman melakukan tugas lain di bidang reformasi birokrasi ke berbagai daerah. “Begitu Pak Ali hari ini masuk, sudah settled dan bisa bekerja kerja cepat,” ungkap Burhanuddin usai pelantikan kemarin.

Burhanuddin menambahkan, apabila ada kendala dalam penanganan kasus-kasus besar, seharusnya bukan jadi masalah signifikan bagi Ali. JAM Pidsus baru itu cukup melakukan koordinasi dengan mantan JAM Pidsus yang telah pensiun dan berada di ibu kota juga. “Tentunya Pak Adi tidak jauh-jauh, ada di Jakarta, jadi bisa dilakukan koordinasi,” lanjutnya.

Penyegaran pejabat ini mendapat respoj positif dari Komisi Kejaksaan. Komjak meyakini dipilihnya Ali Mukartono karena memang sepak terjangnya sebagai mantan Kajati dan JAM Pidum yang sudah mumpuni. “Apalagi sebagai JAM Pidum dia merupakan tulang punggung Kejaksaan. Dan berdiri sendiri, berbeda dengan JAM Pidsus yang masih ada KPK,” jelas Ketua Komjak Barita Simanjuntak kemarin.

Barita optimistis kasus-kasus besar yang kini ditangani Jampidsus seperti Jiwasraya dan BTN bisa dilanjutkan dengan baik oleh Ali. “Beliau orang yang punya kapasitas. Dia konseptual dan eksekutor, jadi harapan kami kasus-kasus ini bisa diselesaikan dengan cepat,” jelasnya.

Beberapa minggu menjadi pelaksana harian seharusnya menjadi nilai plus bagi Ali untuk bisa beradaptasi lebih dini. Meskipun menurut Barita tanpa menjadi Plh pun Ali bisa tetap memulai start tugas sebagai JAM Pidsus dengan baik. (deb/ttg/JPG)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *