Siap Wujudkan Papua Bebas Rabies dan Avian Influenza

Pelaksana Tugas Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Papua, drg. Aloysius Giyai , M.Kes, bersama Balai Karantina Pertanian Kelas 1 Jayapura dan stakeholder terkait lainnya, ketika membuka Rapat Koordinasi (Rakor) Balai Karantina Pertanian Kelas 1 Jayapura di Hotel Horison Kotaraja, Kamis (26/2) kemarin.Yewen/Cepos

JAYAPURA- Balai Karantina Pertanian Kelas 1 Jayapura bersama stakeholder terkait lainnya tetap berkomitmen untuk mewujudkan Papua bebas dari penyakit rabies dan avian influenza.

Hal ini diungkapkan melalui Rapat Koordinasi (Rakor) yang dilaksanakan oleh Balai Karantina Kelas 1 Jayapura bersama stakeholder terkait, baik dari Pemerintah Provinsi Papua dengan TNI-POLRI, LSM, maupun masyarakat di bidang pertanian yang berlangsung di Hotel Horison Kotaraja, Kamis (27/2).

Gubernur Papua, Lukas Enembe, S.IP, M.H, melalui Pelaksana Tugas Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Papua, drg. Aloysius Giyai , M.Kes mengatakan, Papua tidak bisa lengah terhadap penyakit rabies dan avian influenza, tetapi harus tetap melakukan kewaspadaan. Oleh karena itu, Giyai  memberikan apresiasi terhadap rakor ini karena membahas tentang sinergitas dalam menjaga Papua tetap bebas penyakit rabies dan avian influenza.

“Dengan rakor ini mereka bisa melakukan langkah-langkah deteksi dini, sehingga Papua ini benar aman dari semua ancaman penyakit yang masuk,” katanya kepada wartawan, usai membuka kegiatan rakor Karantina Kelas 1 Jayapura di Hotel Horison Kotaraja, Kamis (27/2).

Giyai  meminta kepada semua Karantina, baik Pertanian, Hewan, dan Karantina Tumbuhan bersama dengan pihak kesehatan di pelabuhan dan di bandar udara maupun pihak TNI-POLRI agar terus melakukan koordinasi, dan kolaborasi harus dilakukan terus menerus, sehingga tugas dan tanggung jawab bisa dilakukan dengan baik di Papua.

Senada dengan itu, Kepala Badan Hukum dan Humas Karantina Pertanian Pusat, Karsad mengatakan, untuk mewujudkan Papua tetap bebas penyakit rabies dan avian influenza, maka Balai Karantina Pertanian  Kelas 1 Jayapura tidak bisa melaksanakan tugas sendiri, tetapi bekerja bersama dengan instansi terkait di wilayah pelabuhan laut maupun di wilayah bandar udara di Papua.

“Dengan adanya koordinasi dan komunikasi yang kita lakukan ini, maka akan dapat mewujudkan Papua bebas dari penyakit  penyakit rabies dan avian influenza,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Balai Karantina Pertanian Kelas 1 Jayapura, Drs. Muhlis Natsir, M.Kes mengharapkan agar rakor ini dapat menciptakan persamaan persepsi antara berbagai pihak dan stakeholder, baik di bandara, pelabuhan dan perbatasan.

Natsir berharap, dalam rakor ini mendapatkan hasil yang menindaklanjuti rakor-rakor sebelumnya dalam rangka pencegahan hama penyakit yang masuk ke Papua dan tetap mempertahankan Papua bebas penyakit rabies dan avian influenza. (bet/wen)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *