Pengembangan Lahan Padi Terkendala Dana Otsus

Sawah pengembangan kelompok  Tani Sowo di kampung Asolokobal Distrik Asolokobal Kabupaten Jayawijaya. Denny/ Cepos

WAMENA – Dinas Pertanian dan Tanaman Pangan Kabupaten Jayawijaya mengklaim Produksi Gabah di tahun 2019 di Jayawijaya mencapai 236 Ton dari 67,5 hektar lahan padi. Dimana produktifitasnya mencapai 2,5 ton/hektare, namun pengembangannya terganggu lantaran dana otsus yang digunakan untuk pengembangan sawah dipangkas.

   “Kita punya pengembangan sedikit terganggu karena pertama, situasi 23 September, yang kedua pengurangan dana otsus. Jadi program yang seharusnya untuk pengembangan sawah itu dengan pengurangan otsus semua hilang.”ungkap Kepala Dins Pertanian Dan Tanaman Pangan J. Hendry Tetelepta Kamis (27/2) kemarin.

   Untuk saat ini, yang bisa dikembakan Dinas Pertanian khususnya untuk sawah selain dari provinsi, ada juga bantuan dari teman-teman di kementerian. Karena tahun sebelumnyapetani Jayawijaya bisa hasilkan 200 ton gabah, tetapi pada tahun 2019 mengalami kenaikan 30 persen

   “Terkait penjualan, selama ini yang terjadi, gabah itu orang langsung membeli ke unit pembelian hasil yang ada petani di kampung-kampung jadi mereka tidak jual ke bulog.masyarakat datang mengambil langsung pada petani,”kata Hendry

   Menurutnya, untuk harga yang ditetapkan, terakhir untuk penjualan gabah yang ada di Distrik  Siepkosy itu Rp25 ribu perkilogram. padi yang sekarang dikembangkan oleh petani lokal di di Jayawijaya adalah padi lokal yang dikembangkan bibitnya di Wamena.  (jo/tri)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *