PDAM Akui Debit Air di Semua SPAM Terus Berkurang

Suasana pertemuan pimpinan dan anggota DPRD Kota Jayapura, bersama Aliansi Masyarakat Konsumen Air (AMKA) PDAM Jayapura dengan PDAM Jayapura di Aula Lantai Tiga Kantor DPRD Kota Jayapura, Kamis (27/2) kemarin. (Yewen/Cepos)

JAYAPURA- Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Jayapura memfasilitasi pertemuan bersama antara Aliansi Masyarakat Konsumen Air (AMKA) PDAM Jayapura dengan usahaan Daerah Air Minum (PDAM) Jayapura bersama Pengawas PDAM Jayapura, Polresta Kota Jayapura yang berlangsung di Aula Lantai Tiga Kantor DPRD Kota Jayapura, Kamis (27/2).

Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Jayapura mengakui bahwa debit air dibeberapa Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) yang ada di Kota Jayapura terus berkurang. Hal inilah yang memberikan dampak terhadap pelayanan air PDAM kepada masyarakat yang ada di Kota Jayapura.

Direktur PDAM Jayapura, Entis Sutisna mengatakan, debit air terus berkurang di beberapa SPAM yang ada di Kota Jayapura, seperti SPAM Kojabu, SPAM Anfre, SPAM Bhayangkara, SPAM Ajend, SPAM Kali Biru, SPAM Entrop, SPAM Borgonji, dan SPAM Kampwolker.

Berkurangnya debit air di beberapa SPAM inilah yang membuat pelayanan air minum PDAM di Kota Jayapura harus diatur secara baik, sehingga pelayanan air minum tidak berjalan setiap hari kepada warga masyarakat, terutama pelanggan PDAM yang ada di Kota Jayapura.

“Memang secara umum debit air sudah berkurang dan kita harus atur pelayanan air minum kepada masyarakat, sehingga tidak setiap hari air minum mengalir. Hal ini supaya semua warga masyarakat bisa mendapatkan pelayanan air minum di Kota Jayapura,” katanya saat menjelaskan dalam pertemuan yang dilakukan bersama-sama dengan DPRD Kota Jayapura, Tim Pengawas PDAM Jayapura, Polresta Kota Jayapura, dan pihka AMKA PDAM di ruang rapat lantai Tiga DPRD Kota Jayapura, Kamis (27/2).

Untuk mengatasi permasalahan ini, maka kata Sutisna pihaknya di PDAM telah berupaya dengan memanfaatkan SPAM Danau Sentani dan PDAM telah menemukan satu mata air di Borgonji 2. sehingga harus dibuat bak penampung, sehingga mata iar di Borgonji 2 bisa segera dimanfaatkan, sehingga pelayanan air minum oleh PDAM di Kota Jayapura dan Kabupaten Jayapura bisa berjalan baik kedepannya.

“Nanti kita akan buat embung di Kampwolker, sehingga ada cadangan air nantinya ketika debit air kurang di Kampwolker. Selain itu, dengan difungsikan SPAM Danau Sentani dan juga SPAM Borgonji 2, maka pelayanan air minum akan berjalan baik nanti kepada masyarakat di Jayapura,” ucapnya.

Senada dengan itu, Wakil Walikota Jayapura selaku Ketua Dewan Pengawas PDAM Jayapura, H. Rustan Saru mengatakan, perlu diberikan waktu kepada PDAM Jayapura, untuk dapat menyelesaikan segala masalah yang berkaitan dengan pelayanan air minum di Jayapura, baik Kota Jayapura dan Kabupaten Jayapura.

Di tempat yang sama, Kapolresta Jayapura Kota, AKBP Gustav Urbinas mengatakan, pihaknya sudah melakukan kerja sama dengan PDAM Jayapura dalam melakukan patroli air minum secara bersama-sama dan penertiban terhadap penyambungan liar serta melakukan penindakan jika mengarah ke unsur pidana.

Menanggapi pertemuan ini, Ketua Komisi A DPRD Kota Jayapura, Mukri Hamadi mengatakan pihaknya sendiri sudah berbicara dengan fraksi-fraksi di DPRD Kota Jayapura agar membentuk Pansus tentang Air Bersih di Kota Jayapura. Pansus ini akan bekerja untuk menyelesaikan masalah air bersih di Kota Jayapura. (bet/wen)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *