Kemenpan RB Angkat 2.000 Tenaga Pendidikan dan Kesehatan di Papua

Menpan RB, Tjahjo Kumolo didampingi Gubernur D.I. Yogyakarta, Sri Sultan Hamengkubowono X, saat menghadiri kegiatan SAKIP Award Wilayah III di Tentrem Hotel Yogyakarta, Senin (24/2) kemarin. (Gratianus Silas/Cepos)

YOGYAKARTA-Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan RB) terpaksa mengangkat 2.000 tenaga honorer pendidikan dan kesehatan di Papua.

Menpan RB, Tjahjo Kumolo mengakui beberapa bupati dari Papua sempat datang menemuinya yang meminta tenaga honorer pendidikan dan kesehatan.

“Beberapa bupati di Papua bertemu kami, sehingga kami terpaksa mengangkat 2000 tenaga honorer pendidikan dan kesehatan. Alasannya, yang sudah ditugaskan oleh pemerintah pusat itu hampir mayoritasnya lari semua, tidak betah dengan kondisi geografis yang begitu keras di Papua,” ungkap Politisi PDIP ini dalam sambutannya pada kegiatan Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (SAKIP) Award wilayah III di Yogyakarta, Senin (24/2) lalu.

Menurut Kumolo, setiap daerah memiliki kebutuhan tenaga yang disesuaikan dengan kemampuan anggaran daerah. “Masing-masing daerah memerlukan kebutuhan tenaga yagn disesuaikan dengan kemampuan anggaran daerah, yang mana sambil berjalan, kita lalukan penataan dalam konteks peningkatan sumber daya manusia yang lebih efektif, efisien, dan yang memiliki kompetensi,” tuturnya.

Ditambahkan, Indonesia masih membutuhkan 1,2 juta tenaga guru. Bukan hanya itu, 600 ribu tenaga kesehatan juga masih dibutuhkan pula di seluruh wilayah di Indonesia. (gr/nat)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *