Semua Keluhkan Jaringan Internet yang Buruk

Kantor Grapari Telkomsel Wamena. Meski Palapa Ring sudah dilaunching beberapa waktu lalu, namun saat ini masyarakat di Wamena masih keluhkan jaringan internet. (Denny/ Cepos)

WAMENA-Tak hanya masyarakat, sejumlah instansi baik itu vertikal dan non vertikal di Kabupaten Jayawijaya mengaku kinerjanya terhambat lantaran buruknya jaringan internet yang disediakan oleh Telkomsel selaku operator seluler satu -satunya di wilayah pegunungan tengah Papua khususnya di Kota Wamena.

   Kasat Lantas Polres Jayawijaya Iptu Baharudin Buton mengakui jika pelayanan untuk program E-tilang ini sulit sekali untuk diberlalukan di Jayawijaya, karena jaringan internet yang tidak memadai membuat pihaknya terkendalam untuk bisa diterapkan, sehingga pihaknya harus mendatangkan petugas dari bank BRI untuk menangani pelayanan tilang di Polres Jayawijaya.

  “Jaringan internet juga sangat menentukan untuk menerapkan aplikasi e -Tilang di Jayawijaya , karena memang di Wamena ini signal internet yang sangat sulit sehingga untuk penerapan e Tilang ini mungkin dalam sehari hanya bisa dilakukan 5 sampai dengan 7 orang,”ungkapnya kepada Cenderawasih Pos Senin (24/2) kemarin.

   Masalah jaringan internet ini, kata Baharudin, menjadi satu masalah bagi Satlantas Polres Jayawijaya karena dalam melakukan pelayanan pembuatan SIM, Tilang yang saat ini semuanya berbasis Online. Ia mengharapkan agar penyedia layanan internet di Jayawjaya ini bisa melihat masalah ini dan meningkatkan kapasitas layanannya.

  “Mungkin untuk operator penyedia jaringan internet bisa melakukan peningkatan dengan menambah kapasitas pelayanan internetnya, karena tak bisa dipungkiri kebutuhan akan internet ini sangat dirasakan saat ini, mungkin masalah ini bisa diperhatikan,”katanya.

    Secara terpisah Kepala Dinas Perizinan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) Jayawijaya Karel Tehupuring menyatakan jika pelayanan perizinan sampai saat ini dilakukan secara manual. Sebab, meski perangkat layanan online telah terpasang lengkap mulai dari perijinan sampai kepada pajaknya, namun kekuatan signal internetnya ini masih belum memadai.

   “Kita semua tahu jaringan internet di Jayawijaya belum memadai untuk melakukan pelayanan perizinan secara online, bahkan tersistem juga tidak dapat diakses,”bebernya

   Kata Karel, meskipun kabel fiber optik terhubung ke perangkat, namun tak ada koneksi. Karena itu, pelayanan masih dilakukan secara manual sejak thaun 2017 hingga tahun 2020 ini.

  “Tentu ini menjadi satu kerugian karena enegri, sumber daya yang kita butuhkan ini lebih besar, karena akses internetnya masih sangat sulit, kami juga belum punya kapasitas jaringan yang cukup untuk melakukan pelayanan online,”katanya.

   Sementara itu dari pandangan masyarakat melihat kualitas jaringan internet yang disediakan oleh Telkomsel saat ini, sangat tidak sebanding dengan penjualan yang dilakukan. Pasalnya harga paket internet di Wamena berbeda dengan daerah lain, bahkan lebih mahal, namun kualitas jaringan yang diberikan tak seperti daerah lain lebih murah namun lancar.

  “Di Wamena ini kualitas internetnya sudah tak memadai, namun harga paket mahal, ini tak sebanding dengan apa yang dikeluarkan, apakah karena telkomsel merupakan operator satu -satunya di Pegunungan tengah Papua hingga memaksakan masyarakat untuk menerima jaringan yang buruk,” sesal Onesimus salah satu Mahasiswa yang ditemui di Wamena.(jo/tri)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *