REI:  Kuota Rumah Masih Proses, Harga Tahun ini Naik

KPR Sagita di Sentani yang sudah full dihuni oleh MBR, Minggu (23/2) kemarin. (Yohana/Cepos)

JAYAPURA – Terkait dengan kuota KPR,  REI akui pihaknya telah berusaha menyuarakan penambahan kuota KPR bagi masyarakat di Papua.

Ketua DPD REI Papua, Nelly Suryani mengatakan, penambahan kuota rumah memang bukan sesuatu yang mudah, membutuhkan waktu yang cukup panjang karena menyangkut perubahan APBN (Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara ).

“Yang terpenting dari hasil diskusi yang telah kami lakukan, kondisi realisasi perumahan di Papua yang rendah dari Papua Barat menjadi perhatian bersama. Hal ini dikarenakan kurangnya dukungan dari pemerintah daerah setempat,”ujarnya kepada Cenderawasih Pos, Sabtu (22/2) kemarin.

Diakuinya, untuk semua wilayah di Papua, Kabupaten Merauke pelayanannya paling buruk, sehingga pembangunan KPR di Merauke paling terlambat tidak seperti kabupaten lain.

Sementara itu, terkait dengan harga rumah, sampai dengan saat ini belum ada kenaikan yang siginifikan, harga rumah ditahun 2019 lalu dari Rp 205 juta naik menjadi Rp 212 juta.

“Tahun ini ada kemungkinan harga rumah mengalami kenaikan dari Rp 212 juta menjadi Rp 219 juta. Kami masih mengenakan harga lama yaitu Rp 212 juta dikarenakan merupakan pembangunan KPR tahun 2019, namun untuk biaya pembangunan rumah di tahun 2020 maka harga rumah akan berubah menjadi Rp 219 juta,” jelasnya. (ana/ary)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *