Sebagian Besar Warga Tidak Miliki MCK

Masyarakat saat melakukan Acara Bakar batu di Distrik Tagineri kemarin. (Denny/Cepos)

WAMENA- Sebagian besar masyarakat di kampung yang tersebar di 40 distrik di Jayawijaya tidak memiliki fasilitas kesehatan Mandi, Cuci, Kakus (MCK). Karena itu, Wakil Bupati Marthin Yogobi berharap kepala kampung bisa mengalikasikan dana desa untuk membangun fasilitas kesehatan tersebut.

  “Saya sudah minta dana desa dipakai juga untuk membuat MCK, jaringan air bersih. Kepala-kampung fokus di tahun ini dengan tahun depan supaya membangun itu,” ungkap Wabup saat kunjungan kerja  di Distrik Wita-waya, Sabtu (22/2).

  Ia mencontohkan selama ini masyarakat Distrik Wita-waya masih mengandalkan air hujan, dan air sungai untuk kebutuhan sehari-hari, dan tentu berpotensi menimbulkan masalah kesehatan bagi warga apabila tak memiliki MCK. “Pembangunan MCK sangat penting karena merupakan salah satu bagian dari kehidupan, karena setelah kita makan pasti kita membutuhkan MCK,”bebernya.

  Hal senada disampaikan dokter Ronny Oagai yang bertugas di Distrik Pupugoba, Kabupaten Jayawijaya, ia mengatakan sebagian besar masyarakat di Jayawijaya tidak memiliki fasilitas MCK. “Fakta yang kami temukan bahwa bukan hanya di Distrik Wita-waya saja, hampir sebagian besar kampung-kampung di Jayawijaya tidak ada MCK semua. Sehingga dana desa itu tolong manfaatkan untuk buat MCK,” bebernya

  Akibat, lanjut Ronny, masyarakat masih membuang air besar sembarangan, sehingga masyarakat di kampung-kampung hampir sulit terlepas dari masalah cacingan dan penyakit lain yang merupakan dampak dari lingkungan yang tidak bersih. “Di rumah masyarakat tidak ada MCK, padahal ini berkaitan dengan kesehatan, dimana berhubungan dengan penyakit seperti mencret dan cacingan,”tutupnya. (jo/tri)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *