Kreatif, Pemuda Ini Sebar Pesan Virus Corona di Lingkaran Abepura

Seorang pemuda, Kevin Senge memegang tulisan yang mengaitkan pesan lingkungan dengan virus corona dalam aksi Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) di Jayapura, Sabtu (22/2)

JAYAPURA – Kreatifitas anak muda yang nyata peduli dengan kondisi terkini terlihat dalam aksi Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) tahun 2020 di Lingkaran Abepura, Jayapura. Aksi yang dikemas dalam bentuk Street Campaign itu memampang hampir 100 papan kampanye yang isinya soal pesan moril terkait sampah. HPSN di Jayapura tahun ini menjadi HPSN keempat dan selama itupula komunitas lingkungan di Jayapura tak pernah absen.
“Ini untuk menuangkan ekspresi teman-teman yang memang peduli. Kami siapkan wadahnya dan mereka mengespresikan. Ini murni inisiatif teman-teman untuk mengingatkan ke publik bahwa sampah masih menjadi soal jika tak disikapi dengan bijak,” kata Theresia koordinator Rumah Bakau Jayapura usai kegiatan, Sabtu (22/2). Ia menyebut peserta yang terlibat berasal dari berbagai kalangan. Ada ASN, mahasiswa, ibu rumah tangga, mahasiswi calon dokter, anak sekolah termasuk youtubers. Tak hanya itu, pesan yang disampaikan juga kreatif menggunakan bahasa millenial yang kritis, menyentil namun cerdas.
Salah satu yang ditunjukkan pemuda bernama Kevin Senge yang memegang tulisan soal virus Corona.

Dengan menggunakan masker radiasi dan berkostum koran, ia menyampaikan bahwa cukup virus corona saja yang menyebar, jangan lagi sikap nyampah yang disebar. Ia bahkan nekat berdiri di median jalan dan menunjukkan kepada setiap pengguna jalan soal pesan moril tersebut. Ada juga yang menggunakan kostum berbalut sampah plastik yang menunjukkan ancaman plastik di era 4.0 ini. Ada juga yang menggunakan pakaian tradisional Papua sambil memegang tulisan hukum alam tak pernah tua.
“Kami pikir di Jayapura banyak pemuda/i kreatif dan peduli namun butuh dirangkul dan kami tunjukkan bahwa mereka bisa ikut berkontribusi dari kesadaran sendiri,” sambung Theresia. “Jayapura ini kotanya keren jadi jangan hanya demo politik saja yang kencang, demo lingkungan juga sesekali perlu dilakukan yang penting tertib,” imbuh alumni Uncen ini. (ade)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *