Hendak Kabur, Bandar Sabu Ditembak

Penangkapan pengedar dan pengguna shabu di wilayah hukum Polres Mimika pada Jumat (20/2).

JAYAPURA- Jaringan pengedar narkoba di Mimika dibekuk Satresnarkoba Polres Mimika Jumat (20/2). Terdapat enam orang berhasil diamankan di tempat berbeda. Satu dari 6 orang tersebut diduga sebagai bandar berinisial F terpaksa ditembak lantaran hendak melarikan diri di jalan Serui Mekar, Mimika.

   Kapolres Mimika AKBP I G Era Adhinata menyebutkan, dari tangan pelaku pihaknya berhasil mengamankan puluhan paket narkotika jenis sabu. Dimana kasus ini sementara dalam proses penyelidikan. “Bandarnya terpaksa kami tembak di bagian pinggul sebelah kanan lantaran yang bersangkutan melarikan diri pada saat dikejar oleh anggota, ia terjatuh lalu anggota amankan,” terangnya.

   Kapolres mengaku penembakan terhadap pelaku merupakan tanggung jawabnya sebagai pimpinan. Bahkan dirinya sudah memerintahkan itu kepada  anggota. “Saya sudah perintahkan anggota apabila ada pengedar narkoba yang melarikan diri pada saat dilakukan penangkapan, itu ditembak saja. saya yang tanggung jawab,” tegas Kapolres.

  Dengan terungkapnya kasus peredaran narkoba jenis sabu ini, terungkap bahwa Kabupaten Mimika ini menjadi tempat transit Narkotika jenis sabu-sabu dari daerah Sulawesi dan Manado menuju ke daerah pegunungan Papua. Hal ini menyusul penangkapan dari sejumlah pengedar dan bandar sabu di daerah tersebut. Bahkan sepanjang tahun 2020, sebanyak 16 orang menjadi tersangka atas penyalahgunaan Narkotika jenis sabu yang ditangani oleh Satuan Narkoba Polres Mimika.

   Kasat Narkoba Polres Mimika Iptu Sugarda Aditya menyebutkan, 16 orang yang sudah ditetapkan sebagai tersangka kebanyakan pengedar sekaligus pengguna ada juga bandar sabu.

“Dari 16 orang yang sudah ditetapkan sebagai tersangka, 3 diantaranya adalah bandar dan ada juga resedivis dengan kasus yang sama,” ucap Iptu Sugarda kepada Cenderawasih Pos melalui telepon selulernya, Minggu (22/2).

   Adapun sabu tersebut melalui bandara udara, dimana pelaku sendiri yang membawa sabu yang minimal mereka membawa 100 gram. Menurut Kasat Narkoba, Mimika rawan dengan peredaran narkotika jenis sabu. Bahkan Timika menjadi tempat transit sabu dari luar dan diedarkan di wilayah kabupaten Timika namun juga ke wilayah pegunungan papua. “Yang jelas tidak ada toleransi bagi pengedar, pengguna dan bandar Narkotika. Kami akan tindak tegas sekecil apapun barang buktinya,” tegasya. (fia/tri)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *