Gara-Gara Galian C, Warga Palang Jembatan Wouma

Kapolres Jayawijaya AKBP Dominggus Rumaropen S.Sos, MM saat turun ke Wouma membuka pemalangan dan bertemu dengan Masyarakat.Denny/ Cepos

WAMENA -Lantaran Galian C di  lokasi Kali Uwe Distrik Wouma yang masih terus diambil materialnya dan mengakibatkan jalanan di Jembatan Wouma becek, licin dan berlumpur memicu warga melakukan aksi pemalangan.

   Salah satu tokoh masyarakat Distrik Wouma Usman Wuka mengakui jika aksi pemalangan ini dilakukan lantaran warga merasa resah dengan banyaknya kendaraan yang mengambil material galian C di Kali Uwe dalam keadaan basah,  sehingga waktu diangkut air dari kalian tersebut sering kali tumpah ke jalan yang mengakibatkan jalan tersebut becek dan licin, sehingga sering terjadi kecelakaan.

  Selain itu, kata Usman Wuka, anak -anak sekolah apabila berkendara pakaiannya sering kotor akibat lumpur dari material tersebut yang berhamburan sepanjang jalan. Apabila panas,   jalanan kering menimbulkan debu yang tebal dan beterbangan, ini membuat masyarakat mengalami gangguan kesehatan.

  “Kondisi seperti ini tak bisa dibiarkan, kami sudah melakukan pertemuan dengan Kapolres Jayayawijaya dan langsung turun melihat kondisi ini,”beber Usman.

  Ia juga menyatakan , akibat dari galian C yang sering diambil terus menerus ini, jalan Wouma dan Welesi sudah terputus selama 10 tahun, namun ia melihat Pemda belum melakukan penanganan untuk perbaikan jalan tersebut, dan arus air kali Uwe juga masih terus mengikis daratan.

  Menyikapi masalah tersebut Kapolres Jayawijaya AKBP. Dominggus Rumaropen yang turun untuk membuka palang dan melihat keluhan masyarakat. “Semua itu berawal dari masalah kecil seperti ini, tapi dengan  aksi pemalangan ini menimbukan masalah lain sehingga harus direspon,”jelasnya.

  Setelah turun untuk membuka palang tersebut, Lanjut Rumaropen, kepolisian mengajak mereka untuk bertemu dengan pengangkut material atau 10 perwakilan pengusaha yang mengambil material, sehingga melahirkan kesepakatan akan dilakukan pertemuan antara masyarakat, Pengusaha dan pemilik hak ulayat pada hari Selasa mendatang.

    Ia menambahkan dalam masalah ini juga ada pro dan kontra masyarakat dengan pemilik hak ulayat yang juga mejadikan tempat tersebut sebagai tempat pendapatan mereka, sehingga penyelesaian masalah ini harus melibatkan kepolisian.(jo/tri)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *