Inspirator dan Pendiri Black Brothers itu Telah Pergi Selamanya

 Andy Ayamiseba bersama group legendaris Black Brothers. Dokumen

JAYAPURA- Papua berduka, seorang tokoh besar Papua, Founder ( Pendiri) sekaligus Manajer Grup Band Legendaris Black Brothers,  Andy Ayamiseba, Jumat (21/2) berpulang. Banjir ucapan duka dan kehilangan yang mendalam dari berbagai kalangan menghiasi halaman media social di Papua, sejak  kabar kematian tersebar. Ucapan dukacita dibarengi ungkapan simpati, respek dan hormat atas jasa dan semangat yang telah dilakukan oleh tokoh penting dalam membangun spirit perjuangan bangsa Papua.

Andy Ayamiseba adalah Inisiator dan Inspirator terbentuknya Black Brothers.  Group ini bukan sekadar kelompok musisi biasa. Mereka memiliki visi dan misi utama untuk mengangkat martabat bangsanya yang selalu dibilang masih terbelakang, membebaskan bangsanya dari berbagai bentuk penindasan lewat karya dan aluanan music mereka.

Di bahwa pimpinan Andy, Group ini yang bergitu mendarah daging bagi orang Papua ini memulai karier music dari bumi Cenderawasih di Kota Jayapura. Sekelompok anak muda  Papua dengan skill musikalitas yang mampuni, dari timur Indonesia ini mengebrak hingga ke pulau Jawa dan seluruh Indonesia di era tahun 1970an hingga 1980an. Tidak saja di Indonesia, dengan gaya music yang komplit dengan berbagai gendre dan aliran, membuat group ini di kenal luas di negara lain. Black Brothers kemudian menjadi kiblat music moderen di Kawasan Pasific.

Dikutip dari tulisan Honi jr.  sosok Andy Ayamiseba adalah tokoh yang merekrut personel Black Brothers, yang diseleksi berdasarkan potensi-potensi mereka secara individu agar produksi bisa mencapai hasil yang semaksimal mungkin. Jocky Phu, dijuluki si pena emas karena dia adalah penyair besar yang berwatak cinta damai dan keadilan. Kemudian, Hengky (alm) yang memiliki suara emas yang khas Black Brother dan sulit diganti oleh suara lain.

Andi Ayamiseba
Pendiri Black Brothers Andy Ayamiseba

Sijari emas August Rumaropen (alm) dijuluki George Bensonnya Papua dengan watak halus dan rendah hati. Ada juga Benny pada bass dan Stevie si penabuh drum. Keduanya adalah tulang punggung rythm section-nya. Akhirnya David(Dullah) dan Amry yang menciptakan dandanan rythem musik BB. Paduan musik dan vokal mereka yang harmonis sesuai dengan melodi dan syair lagu-lagunya telah menembus nusantara dan Pasifik Selatan. Hal ini  membuat grup musik Black Brother melegenda di Pasifik Selatan, Indonesia,  dan Eropah dengan lagu Jalikoe.

“Saya selaku pendiri dan manajer sekaligus produser eksekutif supergroup ini sulit untuk mendapatkan musisi-musisi alam yang diberkati dengan talenta oleh Tuhan Yang Maha Kuasa seperti mereka. Saya sangat berterima kasih dan bangga karena diberkati dengan kesempatan untuk bekerja dengan group legendaris ini,”tulis Ayamiseba.

Selain memimpin Group Band Black Brother yang ‘hijrah’ keluar Indonesia karena tekanan politik. Putra sulung pasangan Dirk Ayamiseba (alm) dan Dolfina Tan Ayomi (alm) ini dan Black Brothers mulai menetap di Vanuatu sambil berkampanye bagi Perjuangan Papua.

Andy juga menjadi tokoh penting bersama-sama tokoh Papua lainnya memperjuangkan keikutsertaan WPNCL ( West Papua National for Liberation) dalam MSG Leaders Summit, sejak 2012.  Beberapa tahun belakangan, meskipun dalam keadaan sakit, Andy terus semangat melakukan lobi-lobi, membangun persaudaraan Melanesia di kawasan Pasific untuk mendukun bangsa  Papua,  sambil mempersiapkan syarat guna mengajukan status keanggotan penuh bagi perwakilan West Papua dalam MGS.

Andy Ayamiseba menjadi tokoh yang bergitu dihormati dan disegani di Papua dan di kawasan negera-negara pasifik dan Negara-nara tetangga lainnya karena perjuangannya yang tak kena lelah bagi bangsa Papua. Andy Ayamiseba meninggal di Australia, 21 Februari 2020, pada pukul 16.00 waktu setempat karena sakit. (luc)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *