Tunggu Pemkot Pindahkan Warganya

JUAL IKAN: Sejumlah pedagang ikan di Pasar Ikan Hamadi saat menata jualannya, Senin (16/12). Jelang Natal dan Tahun Baru, harga ikan di Kota Jayapura melambung hingga Rp 1,2 juta perekor. (Yohana/Cepos)

JAYAPURA – Dinas Perikanan dan Kelautan Provinsi Papua nampaknya makin bingung bagaimana mengelola lokasi Pangkalan Pendaratan Ikan (PPI)  di Pasar Hamadi. Pasalnya lokasi milik Pemprov Papua ini telah dihuni  warga Kota Jayapura khususnya korban kebakaran Pasar Hamadi  pada 2006 lalu. Nah Pemprov sendiri ingin mengelola lebih maksimal lokasi ini agar status PPI bisa sesuai fungsi.

“Kami ingin lokasi ini  bisa dikelola maksimal agar baik PPI maupun Tempat Pelelangan Ikan (TPI) itu betul-betul terlihat. Menjadi sentral untuk kegiatan perikanan kelautan,”  jelas Kepala Dinas Perikanan Kelautan, Franciscus Mote saat ditemui di Biak, Kamis (20/2). Hanya yang jadi soal adalah untuk penataan ini pemerintah kota perlu memindahkan dulu warganya. “Jadi sjak 2006 dipindahkan ke lokasi PPI ini hingga akhirnya menetap. Saya tidak tahu kenapa sampai sekarang belum juga dipindahkan padahal lokasi tersebut harus dikembangkan dan ditempatkan sesuai statusnya,” imbuh Mote.

Dikatakan di lokasi PPI ini banyak warga yang bukan nelayan yang menempati lokasi tersebut. Pihak dinas sendiri sudah pernah melakukan tatap muka menjelaskan soal status lokasi dan warga siap pindah. Akan tetapi hingga kini masih bertahan di lokasi. “Jadi lokasinya mau ditata. Akan dijadikan Pangkalan Pendaratan Ikan nantinya jika ada perjanjian bisa juga dikelola oleh peerintah kota. Tapi masalahnya saat ini banyak yang sudah menempati lokasi PPI meski bukan nelayan,” pungkasnya. (ade/wen)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *