Kuantitas dan Kualitas SDM Guru Bahasa Jepang Perlu Ditingkatkan

Workshop Japan Fondation dalam rangka penguatan kapasitas guru bahasa Jepang di Provinsi Papua. Workshop ini digelar di Show Yambe Room SMK Negeri 1 Jayapura, Kamis (20/2) kemarin.gratianus silas/cepos

JAYAPURA- Kepala Dinas Pendidikan, Perpustakaan, dan Arsip Daerah Provinsi Papua, Christian Sohilait, mengaku bahwa selain penguatan kapasitas, peningkatan jumlah sumber daya guru Bahasa Jepang pun harus dilakukan.

Peran Jepang, menurut Sohilait, cukup pesat dalam berbagai hal. Seperti halnya jumlah turis maupun produksi industri, terutama industri elektronik. Oleh sebab  itu, bahasa Jepang pun tak lepas dari interaksi sosial.

Hal ini disampaikan Sohilait kala membuka workshop Japan Fondation dalam rangka penguatan kapasitas guru bahasa Jepang di Provinsi Papua. Workshop ini digelar di Show Yambe Room SMK Negeri 1 Jayapura, Kamis (20/2) kemarin.

“Rekrutmen guru-guru bahasa Jepang yang baru akan dilakukan guna meningkatkan jumlah SDM guru bahasa Jepang di Papua, sehingga mereka salurkan pengetahuannya ini kepada siswa di sekolah. Kita terima kasih karena ini tahun ke tiga Japan Fondation melolong kami dalam penguatan kapasitas guru bahasa Jepang di Papua,” ujar Christian Sohilait kepada wartawan, Kamis (20/2) kemarin.

Kata Sohilait, pendataan terhadap kebutuhan guru Bahasan Jepang di tiap kabupaten/kota pun akan di lakukan. “Kita juga data di jenjang sekolah mana saja yang paling butuh guru Bahasan Jepang, baik SMA maupun SMK, dalam mempersiapkan masuk Hubungan Internasional, Public Relation, maupun SMK Pariwisata, Tata Boga, hingga Mesin Industri,” tambahnya.

Di kesempatan serupa, Chief Administration Officer Japan Fondation Jakarta, Rahmat Aditya Pranoto, mengharapkan dengan workshop tersebut, guru-guru bahasa Jepang di Papua bisa meningkatkan kapasitasnya.

“Walau memang hanya 10 orang guru bahasa Jepang yang ikut ambil bagian. Kami harap, jumlah guru bahasa Jepang ini bisa bertambah, terlebih Papua ini merupakan wilayah yang besar,” pungkasnya. (gr/wen)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *