Sampai Januari, Jumlah Investor di Papua  dan Papua Barat Capai 7.796

Suasana pemaparan program kerja Bursa Efek Indonesia (BEI) dalam Workshop Wartawan yang digelar di Kantor Perwakilan BEI Papua dan Papua Barat, Selasa (18/2) kemarin.Yohana/Cepos

JAYAPURA – Untuk meningkatkan investor baru maupun peningkatan transaksi di Pasar Modal, Bursa Efek Indonesia (BEI) telah melakukan berbagai kegiatan.  Upaya tersebut dilakukan untuk memberi pemahaman kepada masyarakat di Papua dan Papua Barat terkait BEI, khususnya dalam meningkatkan literasi dan inklusi keuangan di Papua dan Papua Barat.

Kepala Bursa Efek Indonesia Cabang Papua, Kresna Aditya Payokwa mengatakan, banyaknya kegiatan yang telah dilakukan disepanjang tahun 2019, baik itu sekolah pasar modal, kerja sama dengan universitas yang ada di Papua dan Papua Barat, serta sosialisasi yang terus pihaknya lakukan, diharapkan berdampak pada peningkatan investor baru di Papua dan Papua Baray.

“Tahun 2019 lalu investor baru untuk Wilayah Papua dan Papua Barat sebesar 2.094 SID yang berarti jumlah investor di Papua dan Papua Barat sampai Januari 2020 mencapai 7.796 investor dimana jumlah tersebut ada kenaikan investor sebesar  37 persen jika dibandingkan dengan tahun 2018 lalu,”ujarnya Kepada Cenderawasih Pos, Selasa (18/2) kemarin.

Diakuinya, dengan peningkatan jumlah investor tersebut menunjukkan bahwa  minat investasi masyarakat di Papua dan Papua Barat cukup tinggi. Sedangkan untuk perkembangan ivestor di tahun 2020 sendiri pertumbuhan investor belum terlalu siginifikan.

“Dari totap 7.796  investor di Papua dan Papua Barat ,  tercatat investor aktif sebanyak 24 persen dari total investor di Papua. Sedangkan untuk Papua Barat investor aktif tercatat sebesar 29 persen dari total investor,” terangnya.

Peningkatan jumlah investor tersebut juga didukung dengan kerja sama yang dilakukan BEI dengan 14 perguruan tinggi di Papua dan Papua Barat yang dijadikan sebagai Galeri Investasi. Dimana perguruan tinggi tersebut merupakan mitra dari BEI untuk melakukan edukasi dan sosialisasi kepada para pelajar maupun masyarakat terkait pasar modal itu sendiri.

Diakuinya, melalui 14 Galeri investasi sangat aktif menyumbangkan investor yang cukup tinggi. Sedangkan  kegiatan edukasi yang telah pihaknya  lakukan ditahun 2019 sebanyak 284 kegiatan baik itu kegiatan literasi, aktivasi dan inklusi di Papua dan Papua Barat.

“Semakin tinggi  inklusi maka semakin baik dampaknya terhadap kegiatan yang kami lakukan, total investor yang dihasilkan melalui kegiatan inklusi sebanyak 2.759 peserta dengan iklusi 2.138 peserta atau sebesar 77,4 persen,” jelasnya.

Ditambahkan, total transaksi untuk Wilayah Papua dan Papua Barat mencapai Rp 3 triliun atau mengalami   kenaikan yang cukup signifikan, karena di tahun 2018 pencapaian transaksi belum mencapai triliun rupiah, sedangkan rata-rata transaski bulanan mencapai Rp 60, 2 miliar.

‘’Jika dilihat investor di Papua masih didominasi oleh usia millennial yakni usia 18-25 tahun atau 37,7 persen dari total investor,’’imbuhnya. (ana/ary)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *