Regulasi Soal Kawasan Steril  Dianggap Urgensi

JAYAPURA – Maraknya aktifitas pembakaran lahan di Kota Jayapura dimana setiap harinya dipastikan ada lokasi yang dibakar mendapat komentar dari Wakil Ketua DPRD Kota Jayapura, Jhony Betaubun SH MH. Politisi PDIP ini menganggap bahwa  melihat kondisi hutan kota yang terus mengalami degradasi akibat bukaan lahan maka dirasa perlu untuk segera dibuatkan satu regulasi yang nantinya  memastikan lokasi tersebut harus steril.

“Kalau mau dilihat dengan kondisi terkini bisa dibilang  perda soal kawasan yang tak boleh ada aktifitas manusia itu sudah harus ada. Penilaian kami ini sudah urgent dan harus segera disiapkan,” kata Jhony Betaubun pekan kemarin. Ia menyebut tak boleh ada aktifitas mengingat kawasan hutan menjadi penting untuk memastikan kebutuhan air bagi masyarakat kota. Jhony melihat belakangan ini terjadi penurunan debit air namun lahan terus dibakar sehingga dikhawatirkan akan mengancam ketersediaan air.

“Kondisinya memang sudah mengkhawatirkan sebab hampir tiap hari pasti ada lokasi yang dibakar. Harusnya masyarakat paham bahwa dari aktifitas itu ada ancaman lain yang sewaktu-waktu akan terjadi,” imbuhnya. Sementara terkait kawasan steril ini sejatinya diawal kepemimpinan Wali Kota Benhur Tomi Mano dulu ada sebuah gagasan yang terbilang menarik dimana ada keinginan untuk mengumpulkan seluruh ondoafi dan pemilik ulayat untuk memastikan bahwa kawasan kaki cycloop atau buffer zone harus steril dan tak boleh ada lagi kegiatan setelah batas tersebut. Namun sayangnya niat ini belum berjala hingga kini.

“Saya pikir konsep ini menarik dan belum pernah ada. Sebenarnya perhatian dari pemerintah ada untuk ke arah sana namun kami masih menunggu apakah ditindaklanjuti atau seperti apa mengingat kondisi di atas sudah banyak yang rusak,” singkat Ketua Forum Peduli Port Numbay Green, Fredy Wanda. (ade/wen)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *