Penyaluran KUR Bank Papua Meningkat 8,4 Persen

JAYAPURA – Otoritas Jasa Keuangan Papua dan Papua Barat mencatat  penyaluran KUR mengalami peningkatan. Hal tersebut dibuktikan dengan perkembangan penyaluran KUR dari tahun 2018 sebesar Rp 940 miliar dan tahun 2019  Rp 1,8 triliun.

Kepala OJK Papua dan Papua Barat, Adolf Simanjuntak mengatakan, penyaluran KUR dari tahun 2018 ke tahun 2019 mengalami peningkatan kurang lebih 8,4 persen. Penyaluran KUR di Papua dan Papua Barat masih didominasi sektor perdagangan.

“Hal ini menandakan bahwa masyarakat di Papua sudah mendapat informasi mengenai program KUR dengan suku bunga yang lebih ringan. Saya yakin tahun 2020 akan lebih meningkat karena suku bunga semakin menurun dari 7 persen menjadi 6 persen,”ungkapnya kepada Cenderawasih Pos, belum lama ini.

Lanjutnya, target penyaluran KUR di tahun ini sebesar Rp 190 triliun  untuk seluruh Indonesia, sedangkan untuk Papua belum ada informasi dari perbankan di Papua, akan tetapi Bank BRI masih menjadi bank yang mendominasi penyaluran KUR di Papua.

“Dengan melihat capaian di tahun 2019 dan suku bunga yang terus turun,  secara otomatis masyarakat akan semakin  bersemangat memanfaatkan program KUR,”ujarnya.

Diakuinya, dengan suku bunga yang menurun ini juga akan berhimbas pada BPR, yang mana nasabah yang melakukan peminjaman ke BPR dengan melihat suku bunga KUR yang lebih kecil, maka bisa jadi nasabah akan beralih ke KUR ketimbang mengambil pinjaman kredit di BPR.

“Untuk penyaluran KUR sendiri ada 5 bank yang menyalurkan KUR yaitu BRI, Bank Papua, Bank Mandiri, BNI dan BTN,” terangnya. (ana/ary)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *