Komisi II Beri Catatan Untuk Disperindagkop

Kepala Dinas Kehutanan dan Lingkungan Hidup Provinsi Papua, Yan Ormuserai (tengah) menyalami  anggota Komisi II DPR Papua diakhir rapat panja yang dilakukan untuk mengecek kesiapan PON di Swisbell Hotel, Senin (17/2) kemarin.(Gamel Cepos)

JAYAPURA – Rapat Panitia Kerja (Panja) Komisi II DPR Papua bersama mitra yang dilakukan di Swsibell Hotel Jayapura memberi sejumlah catatan bagi OPD terkait. Rapat ini selain untuk memperkenalkan diri bagi anggota DPR yang baru tetapi juga untuk melihat  sejauh mana kesiapan OPD-OPD di provinsi untuk menyongsong Pekan Olahraga Nasional (PON). Pada diskusi awal dilakukan dengan Disperindagkop dan Tenaker, setelah itu dengan Dinas Kehutanan dan Dinas Perikanan dan Kelautan.

Dari semuanya, Komisi II memberi catatan kepada Disperindagkop dan Tenaker untuk mendorong progres yang lebih baik mengingat kesiapan manusia dalam hal ini dunia usaha baik itu skala kecil maupun menengah untuk melihat pasar menjadi tugas dari Disperindagkop dan Tenaker. Jangan sampai event PON hanya menjadi bunga yang  terlewat tanpa memberi impact lebih. “Bagi kami sukses PON bisa dibilang sukses ekonomi juga dan  Disperindagkop harus mempersiapkan itu. Harus punya target yang terkejar,” kata Ketua Komisi II, Mega M.F Nikijulu SH usai pertemuan.

  Catatan yang diberikan adalah dalam PON sebisa mungkin pangan lokal di Papua yang diprioritaskan, jangan justru sebagian besar diambil dari luar. Anggota Komisi II lainnya, Mustakim menyinggung soal belum adanya label produk yang menjadi brand sebuah produk. Padahal hal remeh temeh ini seharusnya sudah bisa terpecahkan sejak dulu. “Dinas harus fokus, satu atau dua produk tapi kelihatan begitu. Coba lihat sampai saat ini kita belum memiliki brand khusus dari pengusaha lokal,” kata Mustakim.

  Ia juga menyinggung soal koperasi yang harus lebih  hidup. “Galery produk lokal juga belum ada. Sebenarnya lantai dua dan tiga dari pasar mama-mama itu sangat menjanjikan tapi dinas yang harus  melihat ini,” imbuhnya. Dari semua catatan ini Kepala Dinas Perindagkop dan Tenaker, Laduani menyampaikan bahwa ada beberapa progres yang masih bertahan dan berkembang namun masih harus terus didampingi. “Sedang kami coba untuk data base. Namun untuk koperasi ada di Merauke yang cukup  berhasil dan pelan-pelan akan kami benahi akte dan managerial, termasuk UKM,” pungkasnya.

  Sementara untuk Dinas Kehutanan dan Perikanan Kelautan mendapat apresiasi dari Komisi II karen bisa memaparkan hasil atau capaian yang sudah  berjalan selama ini. “Kami pikir tak jadi soal untuk dua OPD ini, tinggal bagaimana ada pengembangan inovasi dan mencari pasar. Kami lihat dua dinas ini juga sudah siap untuk PON,”  tutup  Mega. (ade/wen)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *