Selama Dua Bulan, Dinkes Deteksi 300 Kasus TB

Khairul Lie (Robert Mboik Cepos)

SENTANI-Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Jayapura mendeteksi sebanyak 300 kasus TB sejak Januari hingga Februari 2020. Ratusan kasus TB ini terdeteksi oleh petugas kesehatan di seluruh distrik di wilayah Kabupaten Jayapura.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Jayapura, Khariul Lie dikonfirmasi wartawan Jumat (14/2) mengatakan, jumlah kasus TB itu juga termasuk dengan penderita TB yang tengah melanjutkan pengobatnya sejak 2019 lalu.

“Kami setiap bulan menemukan kasus TB. Kalau dua bulan terakhir ini sudah sekitar 300 kasus, tapi ini kumulatif karena ada yang kami temukan di 2019, tetapi masih kami lanjutkan pengobatannya di 2020 ini,” ungkapnya.

Pada 2019 lalu, menurut Khairul, jumlah kasus TB di wilayah Kabupaten Jayapura yang terdeteksi mencapai 1022 kasus dari target yang diberikan Kementerian Kesehatan sebanyak 1570 kasus.

“Kalau kasus TB yang ditemukan petugas kesehatan di 2018 itu sebanyak 901 kasus. Jadi ada peningkatan sebanyak 121 kasus di 2019 ini. Warga luar yang berobat di Jayapura juga turut menyumbang angka kasus TB ini,” tambahnya.

Ia mengaku kesulitan memutus rantai penularan penyakit TB di wilayah setempat. Salah satu penyebabnya yakni penderita TB tak patuh minum obat secara rutin selama 6 bulan.

“Cukup berat mengeliminasi penyakit TB ini, apalagi dengan bencana banjir bandang di Sentani 2019 lalu itu mengakibatkan program kami terganggu semua. Ada penderita yang putus obat, kemudian kami temukan dan mulai obati lagi dari awal,” bebernya.

Disamping itu, kata dia, mobilisasi penduduk juga menjadi salah satu faktor penyebab sulitnya memutus rantai penularan TB. Misalnya, warga luar yang berobat di Sentani, tetapi harus kembali ke daerahnya, sementara pengotannya jangka panjang.

“Kalau penduduk tetap mudah kami pantau, tapi yang mobilisasi tinggi ini yang menjadi kesulitan kami. Kami tidak bisa tahan dia untuk 6 bulan berobat di Sentani,” kata Khairul.

Khairul mengimbau kepada warga untuk menjaga sanitasi lingkungan tetap bersih, seperti memastikan kamar dengan ventilasi yang baik serta menutup mulut setiap kali bersin atau batuk. Hal ini guna menghindari penularan penyakit TBC.(roy/tho)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *