Pangdam: Senjata Tidak Ditemukan

Anggota TNI dan Polri bahu membahu mengavakuasi 12 kantong jenazah korban helikopter Mil Mi-17  yang jatuh 28 Juni 2019 lalu. Foto diambil pada saat 12 kantong jenazah tiba di Bandara Lanud Silas Papare, Sabtu (15/2). Foto: Robert Mboik/ Cepos

Infomasinya, Diamankan Masyarakat. Akan Dilakukan Pendekatan untuk Pengembalian

SENTANI- Pangdam XVII/Cenderawasih Mayor Jenderal TNI Herman Asaribab menjelaskan, pihaknya bersama Polri berhasil mengevakuasi 12 jenazah yang menjadi korban jatuhnya helikopter Mil Mi-17  pada 28 Juni 2019 lalu dipegunungan Mandala, Distrik Oksob, Kabupaten Pegunungan Bintang, sedangkan untuk senjata api milik TNI yang ikut dibawa pada saat peristiwa itu terjadi sudah tidak ditemukan lagi.
Namun kata dia, berdasarkan informasi senjata api tersebut sudah diamankan masyarakat.
“Senjatanya sudah tidak ada, sementara ada informasi (diamankan oleh) masyarakat yang berburu, sehingga kita ada pendekatan untuk masyarakat kembalikan. Pendekatan secara kekeluargaan,”
Untuk senjata yang dibawa dan sudah dinyatakan hilang ada tujuh pucuk senjata api laras panjang SS1, pistol ada tiga,” tambahnya.
Pandam mengatakan evakuasi 12 Kantong jenazah tersebut mulai devakuasi dari lokasi kejadian dan kemudian diberangkatkan dari Bandara Oksibil dengan menggunakan pesawat Herkules dan mendarat di Sentani, Sabtu (15/2), sekira pukul 10.45. WIT.
Evakuasi terhadap 12 jenazah korban itu sudah mulai dilakukan sejak pertama kali ditemukan pada Jumat (14/2), yang mana sebelumnya berdasarkan informasi, yang ditindaklanjuti dengan proses evakuasi dan mencari titik koordinat yang dilaporkan.
“Dan memang kami melihat ada serpihan disitu, sehingga sudah mulai dievakuasi sejak hari Sabtu (pagi),” kata Jenderal TNI Herman Asaribab saat ditemui wartawan disela sela evakuasi 12 Jenazah itu di Bandara Sentani, Sabtu (15/2).
Lanjut dia, pendorongan tim evakuasi ini sudah mulai dilaksanakan sejak hari Kamis dan hari Jumat ditemukan sehingga baru bisa dievakuasi Sabtu (15/2) langsung ke Jayapura. Kata dia, tim evakuasi berhasil masuk ke TKP dari daerah persiapan butuh waktu lima jam. Kemudian tim bermalam dan hari Sabtu (15/2) pagi baru bisa dievakuasi.
“Saya bersama pimpinan TNI dan Polri mengucapkan terimakasih kepada seluruh komponen yang mendukung, baik di Kabupaten Pegunungan Bintang, ada Bapak Bupati beserta masyarakat dan unsur TNI Polri yang berada di sana sehingga kita bisa melihat jenazah sudah ada di sini,” ujarnya.
Selanjutnya jenazah tersebut dievakuasi ke Rumah Sakit Bhayangkara untuk dilakukan identifikasi guna memastikan identitas dari masing-masing jenazah tersebut. Setelah nanti berhasil diidentifikasi sejumlah jenazah tersebut dipastikan akan dikirim ke keluarga masing-masing. (roy).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *