Sejumlah Masalah Hantui Penyelenggaran UN

PERSIAPAN UN: Suasana pembukaan Rapat Koordinasi dan Sosialisasi UN TA 2019/2020 Provinsi Papua di Hotel Horison Jayapura, Kamis (13/2) kemarin. Gratianus Silas/Cepos

JAYAPURA-Ujian Nasional (UN) tahun ajaran 2019/2020 siap digelar termasuk di Provinsi Papua. Namun sejumlah persoalan masih menghantui penyelenggaraan UN di Papua baik itu,  Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) maupun Ujian Nasional Berbasis Pensil dan Kertas (UNBPK).

Kepala Dinas Pendidikan, Perpustakaan, dan Arsip Daerah Provinsi Papua, Christian Sohilait membeberkan sejumlah persoalan yang selama ini mewarnai pelaksanaan UN di Provinsi Papua.

“Pertama, untuk perangkat UNBK, masih terdapat sejumlah kabupaten yang bermasalah. Kemudian, masalah indeks integritas yang masih rendah. Seluruh ujian yang dilakukan itu tidak semuanya dikerjakan sendiri oleh peserta ujian. Sebaliknya, masih ada intervensi dari para guru. Memang manusiawi, namun, secara pembinaan, ini bisa membuat pertumbuhan kemampuan anak menjadi lemah,” ujar Christian Sohilait menjawab Cenderawasih Pos,  di sela-sela Rapat Koordinasi dan Sosialisasi UN TA 2019/2020 di Hotel Horison Jayapura, Kamis (13/2) kemarin

Persoalan lain menurut Sohilait yaitu masih lemahnya sistem data dari peserta didik. “Contoh kasus, ada anak yang pindah sekolah dan namanya itu masih tercantum di sekolah sebelumnya. Ini membuat kita bingung mengatur di Dapodik. Hal ini telah kami sampaikan ke pemerintah kabupaten/kota secara langsung OPD terkait, sehingga dapat diperhatikan dan dilakukan dengan baik,” tambahnya.

Terkait persoalan ini, pihaknya mengumpulkan semua kepala dinas se-kabupaten/kota di Provinsi Papua untuk membahas persiapan UN. “Walaupun ini tahun terakhir UN dilaksanakan, saya pikir kita tetap harus membicarakan persiapannya,” pungkasnya

Sementara itu, dari data yang diperoleh Cenderawasih Pos, untuk tahun ajaran 2019/2020 yang disebut-sebut sebagai tahun terakhir pelaksanaan UN, sebanyak 1.061 satuan pendidikan di provinsi Papua akan melaksanakan Ujian Nasional (UN) tahun ajaran (TA) 2019/2020.

Adapun 1.061 satuan pendidikan tersebut terdiri dari 631 SMP/MTS/SMPTK, 294 SMA/MA/SMTK/SMAK dan 136 SMK.

Untuk jumlah peserta UN sementara ini mencapai 65.656 siswa yang terdiri dari 36.710 siswa SMP/MTS/SMPTK, 19.982 siswa SMA/MA/SMTK/SMAK, dan 8.874 siswa SMK.

Dari jumlah tersebut, diketahui bahwa sebanyak 49.476 siswa akan mengikuti UNBK yang diselenggarkan 629 sekolah. Secara terperinci, untuk jenjang SMP/MTK, terdapat 314 sekolah dengan peserta ujian mencapai 24.526, sementara untuk jenjang SMA/MA/SMTK/SMAK terdapat 205 sekolah dengan jumlah peserta ujian mencapai 16.680 siswa. Selain itu, untuk jenjang SMK, terdapat 110 sekolah dengan jumlah peserta ujian mencapai 8.270.

Diketahui, persentase satuan pendidikan yang mengikuti UNBK di Provinsi Papua baru mencapai 59,28 persen, sedangkan persentase siswa yang mengikuti UNBK sebesar 75,46 persen. (gr/nat)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *