Pengusaha OAP Harus Tetap Diperhitungkan

KONSULTASI_Suasana pertemuan antara Kepala Kantor BP2JK Papua Hamdi, bersama pemilik perusahaan CV. Nahase Putra, Micfrank Wayar dan Plt. Dewan Adat Nabire maupun Sekretaris II Dewan Adat Papua, dalam mempertanyakan ketidakpuasan pemenangan tender proyek di Nabire dalam membuat jembatan, Kamis (13/2)kemarin..Priyadi/Cepos

Terkait kalahnya tender pengusaha OAP, Sekretaris II Dewan Adat Papua John Gobay angkat bicara, Dia berharap pelaku usaha OAP harus bisa diperhitungkan dalam mengikutinya tender proyek di Papua. Karena jika tidak diberikan kesempatan tentu pengusaha OAP tidak mungkin maju dan berkembang, jika memang ada kendala tentu harus didampingi dan dibina, jadi sifatnya aturan ini bisa dibuat fleksibel jangan kaku, kalau begini terus tentu pengusaha OAP akan semakin tersingkirkan.

  “Kami harap dengan adanya Pergub dalam melindungi pengusaha OAP ini benar-benar harus diperhatikan, jangan sampai Pergub ini tidak diindahkan dan bisa membuat sakit hati pengusaha OAP,”tegasnya.

   Ditambahkan, Plt. Dewan Adat Nabire John Wayar mengakui, pihaknya mau pekerjaan proyek di Nabire harus diutamakan OAP yang ada di sana, karena masyarakat ingin pengusaha OAP Nabire bisa maju dan berkembang, iapun menolak jika nanti proyek ini tetap dikerjakan selain pengusaha OAP Nabire, karena masyarakat Nabire komitmen pengusaha OAP Nabire harus diberdayakan.(dil)

Baca Berita Terkait:

Kecewa Kalah Tender, Lapor ke Kepala BP2JK Papua

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *